- Emil Audero, penjaga gawang Timnas Indonesia, memimpin statistik penyelamatan Serie A Italia musim 2025/2026.
- Hingga pekan ke-15, Audero mencatatkan rataan 4,09 penyelamatan per pertandingan bersama klub Cremonese.
- Performa Audero berdampak positif, gawang Cremonese baru kebobolan 18 kali, lebih baik dari tim mapan.
Suara.com - Kiprah penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero di kancah sepak bola Eropa semakin bersinar terang.
Penampilan konsistennya bersama Cremonese di Serie A Italia musim 2025/2026 kini membuahkan sebuah statistik superior yang menempatkannya di puncak daftar para kiper terbaik di Serie A.
Hingga pekan ke-15, Emil Audero secara resmi dinobatkan sebagai raja penyelamatan atau save.
Menurut data dari StatMuse FC, kiper kelahiran Mataram ini mencatatkan rataan 4,09 penyelamatan per pertandingan.
Angka ini merupakan yang tertinggi di antara semua penjaga gawang yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Dalam perburuan status ini, Audero sukses mengungguli nama-nama besar lainnya.
Pesaing terdekatnya adalah kiper Lazio, Ivan Provedel yang berada di posisi kedua dengan rataan 3,93 penyelamatan.
Sementara itu, di peringkat ketiga ada Elia Caprile dari Cagliari dengan catatan 3,67 penyelamatan.
Statistik impresif ini menjadi cerminan dari peran vital Audero di bawah mistar gawang Cremonese.
Baca Juga: Calon Pelatih Timnas Indonesia Jadi Korban Penghakiman Sepihak
Ia hampir selalu menjadi pilihan utama pelatih Davide Nicola, hanya absen dalam beberapa laga karena cedera.
Kontribusi signifikannya juga terlihat dari kokohnya pertahanan tim. Hingga pekan ke-15, gawang Cremonese baru kebobolan 18 kali.
Catatan ini secara mengejutkan jauh lebih baik dibandingkan tim-tim yang lebih mapan seperti Fiorentina (26 kebobolan), Torino (26 kebobolan), dan Udinese (22 kebobolan).
Pencapaian Emil Audero sebagai kiper dengan rataan penyelamatan terbanyak ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Cremonese, tetapi juga menjadi kabar gembira bagi Timnas Indonesia yang kini memiliki seorang penjaga gawang kelas dunia yang kualitasnya telah diakui di salah satu liga paling kompetitif di dunia.
Berita Terkait
-
Status Kapten Timnas Indonesia Disebut Jadi Pertimbangan AC Milan Rekrut Jay Idzes
-
Terkuak! Gaji John Herdman Lebih Murah dari STY dan Patrick Kluivert, Bak Langit dan Bumi
-
John Herdman Batal Latih Timnas Indonesia, Pilih Berlabuh ke Honduras?
-
Jay Idzes Bisa Disikut Rekan Sendiri, Rencana Pindah ke AC Milan Gagal Total?
-
Shin Tae-yong: Asnawi Mangkualam Kapten Asli Timnas Indonesia
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya Ungkap Situasi Jelang Agustus
-
Taruna Akpol Asal Papua Meninggal Jelang Latihan Integrasi, Ditemukan Luka Sebelum Tewas
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
-
4 Micellar Water Green Tea Solusi Lawan Pemicu Jerawat pada Kulit Berminyak
-
Dari Fashion hingga Kuliner, Begini Wajah Baru Brand Lokal Indonesia
-
Pramono Bakal Minta Pakuwon Lepas Pagar di Kota Kasablanka dan Blok M Plaza
-
BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?
-
Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih