- FIFA menghukum Malaysia WO 0-3 pada tiga laga FIFA Matchday Maret dan Juni 2025 karena memainkan pemain naturalisasi tidak sah.
- FAM mengonfirmasi pelanggaran Pasal 19 Kode Disiplin FIFA dan menerima denda finansial sebesar CHF10.000 dari Komite Disiplin FIFA.
- Hasil positif Malaysia sebelumnya dalam tiga laga tersebut dihapus, namun sanksi ini tidak berlaku untuk pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027.
Suara.com - Skandal naturalisasi ilegal kembali menghantui sepak bola Malaysia. FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi baru yang menyakitkan di mana tiga pertandingan internasional Timnas Malaysia dinyatakan kalah walkover (WO) dengan skor 0-3 karena terbukti memainkan pemain yang tidak sah.
Hukuman ini merupakan buntut dari penggunaan tujuh pemain naturalisasi ilegal dalam laga FIFA Matchday pada Maret dan Juni 2025 lalu.
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengonfirmasi hukuman ini melalui rilis resmi mereka.
“Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) menerima hukuman terbaru dari Komite Disiplin FIFA terkait kasus pemain yang tidak memenuhi syarat,” tulis FAM dalam rilis yang mereka buat, Rabu (17/12/2025).
“Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komite Disiplin FIFA, Jorge Palacio, menyimpulkan FAM telah melanggar Pasal 19 Kode Disiplin FIFA (Edisi 2025) karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam tiga Pertandingan Internasional Tier 1, yakni Malaysia vs Cape Verde, Malaysia vs Singapura dan Malaysia vs Palestina,” lanjut pernyataan FAM.
Selain dinyatakan kalah, FAM juga kembali dijatuhi sanksi finansial akibat skandal naturalisasi.
“Sehubungan dengan itu, Komite Disiplin FIFA memutuskan Malaysia dinyatakan kalah dengan skor 0-3 dalam tiga pertandingan tersebut. FAM juga dijatuhi sanksi denda sebesar CHF10.000 atau setara Rp209 juta,” tegas pernyataan FAM.
Sanksi ini dipastikan akan menjadi pukulan telak bagi peringkat FIFA Harimau Malaya.
Pasalnya, hasil-hasil positif yang sebelumnya mereka raih, yaitu imbang 1-1 melawan Cape Verde, menang 1-0 atas Palestina, dan unggul 2-1 dari Singapura kini dihapus dan digantikan dengan kekalahan telak.
Baca Juga: Ini Pilihan Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes di Ajang FIFA The Best 2025
Hukuman ini merupakan babak baru dari skandal yang sama karena pada September 2025, FIFA telah lebih dulu menjatuhkan sanksi yang lebih berat, yaitu denda sebesar Rp7,3 miliar kepada FAM dan larangan bermain selama satu tahun bagi ketujuh pemain ilegal.
Mereka adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Lantas, bagaimana dengan nasib kemenangan mereka di Kualifikasi Piala Asia 2027 yang juga menggunakan pemain serupa?
Ternyata, hukuman ini tidak berlaku untuk laga tersebut. FIFA hanya memiliki yurisdiksi atas pertandingan yang berada di bawah naungan mereka, seperti laga persahabatan FIFA Matchday.
Sementara untuk laga kualifikasi, wewenang penjatuhan sanksi berada di tangan Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC.
Berita Terkait
-
Vietnam Dapat Dukungan Spesial untuk Raih Emas SEA Games 2025, Presiden FIFA Kirim Doa Khusus
-
Kasihan Lamine Yamal di FIFA The Best 2025, Pelatih Spanyol Ogah Kasih Vote
-
FIFA The Best 2025: Cristiano Ronaldo Absen, Lamine Yamal Bukan Pilihan Lionel Messi
-
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kaget dengan Cara Mengulur Waktu di BRI Super League
-
Beda Suara! Gattuso Jagokan Mbappe, Donnarumma Tepat Pilih Dembele di FIFA The Best 2025
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial