- Borussia Dortmund memenangkan laga penutup paruh pertama Bundesliga 2-0 atas Gladbach di Signal Iduna Park.
- Kemenangan bertepatan ulang tahun ke-116 klub tersebut membawa Dortmund naik ke posisi kedua klasemen sementara.
- Pemain Dortmund, Adeyemi, terlibat keributan dengan Kevin Diks dan mendapat sanksi denda dari klub.
Suara.com - Borussia Dortmund menutup paruh pertama Bundesliga dengan kemenangan 2-0 atas Borussia Monchengladbach dalam lanjutan Bundesliga.
Namun, kemenangan yang bertepatan dengan hari jadi ke-116 klub itu tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Salah satu pemain Dortmund yang dirumorkan diincar oleh Manchester United, Karim Adeyemi terlibat keributan dengan pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks.
Laga yang digelar di Signal Iduna Park itu sejatinya menjadi momen spesial bagi BVB.
Klub yang berdiri pada 19 Desember 1909 itu merayakan ulang tahunnya dengan kemenangan penting yang membawa Dortmund naik ke posisi dua klasemen sementara, setidaknya hingga akhir pekan.
Namun di balik euforia tersebut, Adeyemi menciptakan kontroversi, terlibat keributan dengan pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks.
Insiden terjadi di awal babak kedua ketika Adeyemi terlibat adu mulut dengan pemain Gladbach, Kevin Diks. Emosi sang winger semakin memanas setelah ia beberapa kali berdebat dengan Diks dan juga wasit Sven Jablonski, yang harus turun tangan memisahkan keduanya.
Pelatih Dortmund, Niko Kovac, langsung bereaksi tegas. Adeyemi ditarik keluar pada menit ke-60. Keputusan itu tidak diterima dengan baik oleh sang pemain.
Ia sempat berniat langsung menuju ruang ganti sebelum dicegah oleh Direktur Olahraga BVB, Sebastian Kehl. Adeyemi akhirnya diminta duduk di bangku cadangan hingga pertandingan usai.
Baca Juga: Media Honduras Bocorkan Kontrak John Herdman di Timnas Indonesia Sampai Tahun 2030
Usai pertandingan, Sebastian Kehl berbicara blak-blakan. Ia menegaskan bahwa tindakan Adeyemi tidak bisa ditoleransi dan akan berujung denda finansial.
“Saya bilang kepadanya, kamu tidak ke ruang ganti, kamu duduk di sini. Dan sejujurnya, pergantian itu sangat tepat. Karim tidak memainkan pertandingan yang bagus,” ujar Kehl kepada Sky.
Kehl menambahkan bahwa reaksi emosional tersebut bertentangan dengan nilai yang sedang dibangun klub.
“Kami sudah membahas hal ini secara intens dengan tim dalam beberapa pekan terakhir. Reaksi seperti itu tidak ingin saya lihat, tidak ingin pelatih lihat, dan tidak ingin siapa pun lihat. Itu tidak pantas, dan Karim tahu itu,” tegasnya.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Media Honduras Bocorkan Kontrak John Herdman di Timnas Indonesia Sampai Tahun 2030
-
Timnas Indonesia Bisa Juara, Kapan Piala AFF 2026 berguir?
-
AFC Rancang Nations League, Timnas Indonesia Masuk Divisi Berapa?
-
Di Balik Kalungan Medali Emas SEA Games 2025, Ada Kisah Pertobatan Federasi Sepak Bola Vietnam
-
Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Asnawi Mangkualam Ungkap Kualitas Pemain Belum Merata
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional