- Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengkritik jadwal laga tunda melawan PSM Makassar pada 27 Desember 2025.
- Pertandingan tersebut merupakan laga pekan kedelapan BRI Super League 2025/2026 yang sempat tertunda karena agenda Timnas Indonesia.
- Haye merasa jadwal pasca-Natal tersebut sangat berat, meskipun ia tetap akan mempersiapkan tim untuk menghadapi laga tersebut.
Suara.com - Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, memberikan kritik terkait jadwal pertandingan menghadapi PSM Makassar.
Persib Bandung saat ini sedang fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi PSM Makassar, pada pertandingan kandang kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Sabtu (27/12/2025) atau dua hari setelah hari Natal.
Menurut Thom Haye, situasi tersebut sama seperti periode Boxing Day di Liga Inggris dan menilai penjadwalan tersebut cukup berat bagi para pemain.
"Saya bisa katakan, bagi saya ini sangat gila dengan menempatkan jadwal pertandingan di tanggal 27," kata Thom Haye.
Pertandingan menghadapi PSM Makassar merupakan laga tunda pekan kedelapan kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Laga ini terpaksa ditunda, lantaran persiapan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada akhir September 2025 lalu.
Jadwal BRI Super League 2025/2026 yang padat, membuat I.League selaku operator kompetisi menempatkan laga pekan kedelapan pada akhir Desember 2025.
Thom Haye memahami alasan penundaan jadwal pertandingan pekan kedelapan ini, meski demikian dia merasa heran laga ini digelar hanya dua hari setelah hari Natal.
Baca Juga: Kondisi Bugar, Marc Klok Anggap Duel Lawan PSM Makassar Laga Spesial
"Saya rasa semua tahu mengenai periode ini, jadi bagi kami untuk bermain di periode ini, menurut saya ini gila," ujarnya.
"Terutama jika melihat jadwal pertandingan tim lain, waktu yang mereka miliki, dan kami pada periode ini harus tetap bermain," jelasnya.
Meski demikian, sebagai pesepakbola profesional Thom Haye tidak dapat berbuat apa-apa dengan jadwal yang sudah dirilis oleh operator kompetisi.
Sehingga, pemain yang sering mendapat panggilan bergabung dengan Timnas Indonesia ini akan tetap berusaha mempersiapkan diri dan menampilkan permainan terbaiknya.
Apalagi, Persib saat ini Persib sedang berjuang untuk naik ke puncak klasemen kompetisi BRI Super League 2025/2026.
"Jadi menurut saya ini tidak benar, tapi di sisi lain kami juga tahu bahwa kami harus melakukannya," ujarnya.
"Jadi kami akan bersiap dan kami juga punya waktu untuk memastikan kami siap," tegasnya. (Rahman)
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey