Bola / Bola Dunia
Kamis, 01 Januari 2026 | 08:59 WIB
Pemain Timnas Burkina Faso, Georgi Minoungou. (Dok. Bein Sports)
Baca 10 detik
  • Georgi Minoungou, penyerang Burkina Faso, bangkit dari ancaman pensiun setelah kehilangan penglihatan mata kiri pada 2023.
  • Gol krusial Minoungou pada menit akhir pertandingan melawan Guinea Khatulistiwa menghidupkan peluang timnya di Piala Afrika 2025.
  • Kisah Minoungou menjadi inspirasi di Piala Afrika 2025 karena menunjukkan daya juang mental luar biasa mengatasi keterbatasan fisik.

Suara.com - Perjalanan Georgi Minoungou di Piala Afrika 2025 menjadi salah satu kisah paling inspiratif sepanjang turnamen. Penyerang Burkina Faso itu bangkit dari kondisi yang nyaris mengakhiri kariernya hingga tampil krusial membawa timnya tetap bersaing di fase grup.

Minoungou berperan penting saat Burkina Faso melakukan kebangkitan dramatis melawan Guinea Khatulistiwa. Golnya di menit-menit akhir menjadi titik balik yang menghidupkan peluang Les Étalons untuk melaju ke fase gugur Piala Afrika 2025.

Gol tersebut bukan hanya menentukan jalannya pertandingan, tetapi juga sarat makna mengingat perjalanan berat yang dilalui pemain berusia 22 tahun itu. Berkat gol Minoungou, Burkina Faso kembali menjaga asa dan akan menjalani laga penentuan melawan Sudan pada Rabu mendatang.

Nama Minoungou sempat berada di ambang pensiun pada 2023. Saat menjalani pemusatan latihan pramusim bersama Seattle Sounders di Spanyol, ia mengalami infeksi parah yang menyebabkan penglihatannya di mata kiri hilang total.

Kondisi itu membuat tim medis memperingatkan bahwa karier sepak bolanya bisa saja berakhir.

Namun, Minoungou menolak menyerah pada keadaan. Pemain kelahiran Pantai Gading yang kemudian dinaturalisasi menjadi warga Burkina Faso itu memilih terus berjuang demi mimpinya di level tertinggi.

“Saya hanya memiliki satu mata, tetapi saya bisa melakukan lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki dua mata. Itu adalah pola pikir saya,” ujar Minoungou, dilansir dari Bein Sports.

Keteguhan mental tersebut membawanya kembali ke level kompetitif. Selain tampil reguler bersama klubnya, Minoungou juga sempat tampil di Piala Dunia Antarklub 2025 sebelum akhirnya mencuri perhatian di Piala Afrika 2025.

Di tengah turnamen yang dipenuhi pemain bintang, kisah Minoungou menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal teknik dan statistik, tetapi juga tentang daya juang, ketahanan mental, dan keyakinan untuk bangkit dari keterbatasan.

Baca Juga: Wonderkid Man United Bersinar di Piala Afrika 2025, Cetak Gol Spektakuler ke Gawang Kamerun

Load More