-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia sejak awal Januari tahun 2026 ini.
-
Filosofi utama Herdman adalah brotherhood yang fokus pada kohesi internal dan penghapusan ego.
-
Pembangunan karakter jangka panjang menjadi fondasi utama Herdman dalam mentransformasi tim nasional Indonesia.
Suara.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai nakhoda baru.
Pengumuman besar ini dilakukan pada hari Sabtu tepatnya tanggal 3 Januari 2026 yang lalu.
Kedatangan pelatih asal Inggris tersebut membawa angin segar bagi perkembangan Timnas Indonesia.
Fokus utamanya bukan sekadar menyusun strategi di atas kertas melainkan memperkuat fondasi budaya tim nasional.
Eks pelatih Kanada ini memiliki rekam jejak mumpuni dalam mengubah mentalitas para pemain asuhannya.
Visi besar yang dibawa oleh Herdman berakar kuat pada sebuah konsep yang disebut brotherhood.
Prinsip ini menitikberatkan pada aspek kepercayaan antar pemain serta penghapusan ego individu secara total.
Ia meyakini bahwa kesuksesan sebuah kolektif hanya bisa diraih jika ruang ganti memiliki kohesi internal.
Pendekatan revolusioner ini sebelumnya telah terbukti sukses saat ia menangani tim nasional putra maupun putri Kanada.
Baca Juga: Statistik Memukau Asnawi Mangkualam Bersama Port FC Meski Pindah Posisi Jadi Bek Kiri Liga Thailand
Identitas tim yang solid tercipta melalui proses disiplin emosional yang diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.
Jason deVos menilai pendekatan Herdman berakar pada pembangunan karakter jangka panjang.
Komentar tersebut menegaskan bahwa kualitas pemain masa depan harus dibentuk sejak usia yang sangat dini.
Pembinaan sejak muda dianggap sebagai pilar utama untuk membawa tim nasional bersaing di level tertinggi dunia.
Herdman tidak hanya fokus pada hasil akhir namun juga sangat memperhatikan detail perkembangan setiap individu.
Transformasi menyeluruh ini diharapkan mampu mengubah cara pandang para atlet sepak bola profesional di Indonesia.
Banyak pemain yang pernah bekerja di bawah arahannya merasakan perubahan besar dalam aspek kehidupan mereka.
Rhian Wilkinson mengaku sang pelatih mengubah dirinya, bukan hanya sebagai pesepak bola.
Kesaksian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan Herdman melampaui batas lapangan hijau dan menyentuh sisi kemanusiaan.
Selain itu terdapat penekanan kuat bahwa proses internal memiliki nilai yang setara dengan pencapaian trofi.
Diana Matheson menegaskan bahwa proses dan nilai kebersamaan sama pentingnya dengan kemenangan.
Baginya identitas permainan yang kuat lahir dari pemahaman mendalam tentang siapa yang menjalankan taktik tersebut.
Semua elemen di dalam tim wajib berada pada jalur yang sama tanpa ada kepentingan pribadi.
Junior Hoilett menggambarkan budaya tim tanpa agenda pribadi di era Herdman.
Ketiadaan agenda personal memastikan seluruh pemain bekerja keras hanya demi kepentingan lambang di dada.
Sistem kerja kolektif inilah yang menjadi alasan utama PSSI tertarik menggunakan jasa pelatih berpengalaman tersebut.
Indonesia saat ini memang sedang berada dalam fase pencarian jati diri sepak bola yang permanen.
Metode pembangunan kultur dianggap sebagai solusi paling tepat untuk menyatukan keberagaman talenta di tanah air.
Herdman percaya bahwa strategi yang hebat tidak akan berjalan tanpa adanya rasa saling memiliki antar pemain.
Kehadirannya diprediksi akan mengubah lanskap kompetisi dan cara bertanding tim nasional secara drastis ke depannya.
Dukungan penuh dari seluruh pihak sangat dibutuhkan agar filosofi persaudaraan ini bisa segera terwujud nyata.
Masyarakat pecinta bola kini menanti sentuhan magis Herdman dalam setiap pertandingan yang akan dijalani timnas.
Keyakinan akan perubahan besar mulai tumbuh seiring dengan diterapkannya disiplin tingkat tinggi di pusat pelatihan.
Dengan rekam jejak yang sudah teruji diharapkan Indonesia mampu berbicara banyak di kancah internasional mendatang.
Tantangan besar sudah menanti namun fondasi budaya yang kuat diyakini bisa menjadi modal yang sangat berharga.
Perjalanan baru bersama John Herdman secara resmi dimulai demi membawa Garuda terbang lebih tinggi lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Bek FC Emmen Bisa Langsung Bela Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi untuk FIFA Series 2026
-
Menanti Sihir John Herdman, Timnas Indonesia Hadapi 3 Tim dengan Karakter Berbeda di FIFA Series
-
Krisis Bek Kiri Timnas Indonesia: Pratama Arhan Naik Meja Operasi Jelang FIFA Series 2026
-
MasyaAllah, Ragnar Oratmangoen Segera Bangun Masjid dan Lapangan Bola di Kupang
-
Si Anak Hilang Comeback, 5 Pemain Lokal Berpotensi Dipanggil John Herdman untuk FIFA Series 2026
-
Duh, Wasit Akhirnya Ngaku Salah Bikin Keputusan Berujung Barcelona Digilas Girona
-
Pertama dalam Sejarah, Adzan Berkumandang di Old Trafford Kandang Manchester United
-
Deretan Pemain Timnas Indonesia di Eropa Berjuang Keras Hindari Jurang Degradasi
-
Bek PSG Achraf Hakimi Segera Diadili dalam Kasus Tuduhan Pemerkosaan
-
Kata-kata Chivu Usai Inter Milan Disingkirkan Tim Antah Berantah