- Pengamat Adrian Durham menyarankan Pep Guardiola mundur dari Manchester City menyusul dua kekalahan beruntun.
- Kritik utama mencakup performa buruk, masalah keseimbangan lini tengah, serta mandulnya Erling Haaland.
- Guardiola dinilai perlu mundur karena eksperimen taktik dan penurunan performa pemain kunci sejak November 2024.
Suara.com - Masa depan Pep Guardiola di Manchester City kembali menjadi perbincangan hangat.
Setelah hampir satu dekade memimpin The Citizens, pelatih asal Spanyol itu dinilai mulai kehilangan sentuhannya. Pengamat talkSPORT, Adrian Durham, bahkan menyebut Guardiola sudah sepatutnya mundur demi kebaikan klub.
Pendapat tersebut muncul usai dua kekalahan mengecewakan City dalam sepekan terakhir.
City takluk dari rival sekota Manchester United di Old Trafford, lalu secara mengejutkan tumbang dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt, di ajang Liga Champions.
Hasil tersebut membuat posisi City tertekan, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Meski Guardiola telah mempersembahkan 18 trofi sejak bergabung pada 2016, Durham menilai situasi saat ini mengingatkan pada akhir era Arsene Wenger di Arsenal, ketika sang manajer dinilai terlalu lama bertahan.
“Pep Guardiola pernah sangat brilian, tapi sekarang tidak lagi. Ini seperti era akhir Wenger di Arsenal. Ada masanya untuk pergi, dan Pep sudah sampai di titik itu,” ujar Durham dalam podcast talkSPORT Daily.
Berikut lima alasan utama yang membuat Guardiola dinilai perlu segera mundur dari kursi manajer Manchester City:
1. Performa Buruk dan Manajemen yang Dipertanyakan
Baca Juga: Prediksi Skor Bournemouth vs Liverpool: The Reds Cari Kemenangan Perdana Liga Inggris di 2026
Menurut Durham, kekalahan dari Manchester United dan Bodo/Glimt bukan sekadar hasil buruk biasa.
City dinilai tampil sangat lemah dan bisa kebobolan lima atau enam gol di kedua laga tersebut.
“Itu bukan sial, itu sepak bola buruk dan manajemen yang buruk,” tegasnya.
2. Masalah di Lini Tengah dan Sosok yang Hilang
Absennya Rodri akibat cedera panjang musim lalu sangat memengaruhi keseimbangan City.
Meski sang gelandang kini sudah kembali, performanya dinilai belum mendekati level terbaik.
Berita Terkait
-
Prediksi Skor Bournemouth vs Liverpool: The Reds Cari Kemenangan Perdana Liga Inggris di 2026
-
Sheringham Sindir Roy Keane soal Carrick, Disebut Frustasi Tak Ditunjuk Jadi Pelatih MU
-
Edin Dzeko Pilih Schalke 04 Demi Panggilan Hati, Meski Harus Turun ke Bundesliga 2 Jerman
-
Pesan Haru Casemiro Usai Umumkan Perpisahan dengan Manchester United
-
Resmi! Casemiro Tinggalkan Manchester United pada Akhir Musim
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda