Bola / Bola Dunia
Kamis, 29 Januari 2026 | 10:30 WIB
Pelatih Napoli, Antonio Conte. (dok. Napoli)
Baca 10 detik
  • Antonio Conte menyindir Chelsea mengenai perbedaan finansial signifikan setelah Napoli tersingkir dari Liga Champions 2025/2026.
  • Napoli sempat unggul setelah tertinggal penalti, namun kekalahan akibat dua gol Joao Pedro mengantar Chelsea lolos 16 besar.
  • Conte menilai Napoli tampil baik meski pincang karena hanya diperkuat 13 pemain saat bertanding melawan Chelsea.

Suara.com - Antonio Conte melontarkan sindiran tajam kepada Chelsea usai Napoli dipastikan tersingkir dari Liga Champions musim 2025/2026.

Pelatih asal Italia itu menyoroti kesenjangan finansial yang besar antara kedua klub setelah kekalahan menyakitkan di Stadion Diego Armando Maradona.

Napoli sebenarnya tampil menjanjikan. Sempat tertinggal lewat penalti Enzo Fernandez pada menit ke-19, tuan rumah bangkit dan berbalik unggul 2-1 melalui gol Antonio Vergara dan mantan striker Manchester United, Rasmus Hojlund.

Pada momen tersebut, Napoli masih berada di zona play-off dan berpeluang lolos ke fase gugur.

Namun mimpi itu hancur di babak kedua. Joao Pedro tampil sebagai pahlawan Chelsea dengan mencetak dua gol yang membalikkan keadaan.

Hasil itu membuat Napoli finis di peringkat 30 dari 36 tim dan resmi tersingkir dari Liga Champions, sementara Chelsea justru melaju langsung ke babak 16 besar tanpa harus melalui play-off.

Usai laga, Conte mengaku kecewa, namun tetap bangga dengan performa timnya yang tampil dengan kondisi pincang.

“Tentu saja ini mengecewakan. Tapi bukan karena permainan malam ini. Kami tampil luar biasa melawan Chelsea,” ujar Conte dilansir dari Metro.uk

“Jangan lupa, kami hanya bermain dengan 13 pemain, sisanya cedera. Meski begitu, saya rasa kami pantas mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.”

Baca Juga: Viral! Setelah Kebanjiran, Camp Nou Jadi Sarang Tikus, Stadion Barcelona Jadi Olok-olok

Conte kemudian secara terbuka menyinggung perbedaan kekuatan finansial Napoli dan Chelsea.

“Jika ingin sukses di Liga Champions, Anda butuh banyak uang. Bukan hanya satu tim, tapi dua tim, bahkan dua setengah tim. Seperti Chelsea,” tegasnya.

“Kalau melihat pertandingan ini, perbedaan antara kami dan mereka terlalu besar. Terlalu jauh.”

Ia menambahkan bahwa di Liga Champions, pola juaranya sering itu-itu saja, mengindikasikan dominasi klub-klub kaya di Eropa.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi momen penting bagi Chelsea dan pelatih mereka, Liam Rosenior.

The Blues menunjukkan mental kuat dengan bangkit dari ketertinggalan dan memastikan finis di peringkat enam fase liga, yang berarti lolos langsung ke babak 16 besar.

Load More