- Pernyataan John Herdman mengindikasikan bahwa PSSI belum memiliki blueprint permainan yang baku, sehingga pelatih baru harus membangun ulang filosofi dari nol.
- Herdman berencana menyelaraskan standar taktik, nutrisi, hingga sports science dari tim U-20 dan U-23 agar sesuai dengan filosofi pribadinya di tim senior.
- Menggunakan analogi "koki", Herdman siap meracik ulang potensi pemain Indonesia dengan metode barunya demi mencapai prestasi tertinggi atau "bintang Michelin".
Suara.com - Kedatangan John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia secara tidak langsung menyingkap tabir mengenai pola manajemen teknis yang dijalankan oleh PSSI.
Dalam wawancara perdananya, Herdman melontarkan pernyataan yang mengindikasikan bahwa setiap pergantian pelatih di tubuh Skuad Garuda identik dengan reset ulang filosofi permainan.
Alih-alih melanjutkan sebuah kurikulum baku yang sudah ditetapkan federasi, Herdman justru harus turun tangan langsung untuk menanamkan filosofi pribadinya hingga ke akar rumput.
Pelatih asal Inggris ini menegaskan bahwa langkah pertamanya adalah memastikan adanya keselarasan taktik dan budaya antara tim senior dengan kelompok umur U-20 serta U-23.
"Saya pikir, tim U-20 dan U-23 adalah jalur menuju tim senior, saya pikir itu sangat penting bahwa ada keselarasan yang kuat di kerangka budaya dan taktis," ujar Herdman dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia.
Pernyataan ini menyiratkan bahwa Herdman akan membangun ulang sistem yang mungkin berbeda dari era pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert atau Shin Tae-yong.
Ia bertekad melakukan segala cara untuk membagikan filosofi sepak bolanya sendiri agar para pemain muda memahami standar yang ia inginkan.
"Jadi, saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk berbagi filosofi saya, untuk melibatkan orang-orang dalam sistem itu dengan tim nasional," tegasnya.
Herdman ingin menciptakan lingkungan di mana pemain muda merasa "di rumah" saat promosi ke tim senior karena sudah terbiasa dengan standar yang ia tetapkan.
Baca Juga: Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
Standar tersebut mencakup hal-hal mendetail seperti persyaratan ilmu olahraga, protokol pemulihan, proses rehidrasi, hingga aspek nutrisi yang tampaknya akan mengalami penyesuaian ulang.
"Dan jika seorang pemain muda bermain pada usia 20-an dan mereka siap untuk melompat ke tim nasional... mereka memahami standar," jelas Herdman.
Ia menekankan pentingnya detail teknis dan intensitas kerja yang seragam agar pemain muda bisa langsung mendapatkan kesempatan tulus untuk unjuk gigi.
Herdman bahkan menggunakan analogi menarik tentang seorang "koki" untuk menggambarkan peran pelatih dalam meracik skuad yang ada.
"Kami seperti koki di dapur, dia memasukkan sejumlah bahannya, saya memasukkan bahan racikan saya," tuturnya.
Meski terjadi perubahan resep dan cara masak akibat pergantian pelatih, Herdman memastikan tujuan akhirnya tetap sama yakni prestasi tertinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
John Herdman Temui Operator Liga, Bahas Sinkronisasi Jadwal Super League dan Timnas Indonesia
-
Motivasi John Herdman Latih Timnas Indonesia: Ingin Cetak Sejarah di Hadapan 280 Juat Orang
-
Reaksi Dean James Usai Go Ahead Eagles Kandas di Liga Europa
-
Dedi Kusnandar Comeback! Bojan Hodak Siapkan Peran Vital Gantikan Marc Klok di Persib
-
Persib Bandung Pantang Jemawa, Bojan Hodak Anggap Persis Solo Tim Berbahaya di Tangan Coach Milo
-
Puncak Klasemen Terancam, Teja Paku Alam Haramkan Persib Terpeleset di Kandang Persis Solo
-
Persib vs Persis Solo: Misi Curi Poin di Manahan Tanpa Jenderal Lapangan Tengah
-
Persipura Jayapura Persembahkan Kemenangan untuk Mettu Dwaramury, Owen: Kami Fokus di Papan Atas
-
Pengakuan Pemain Berdarah Medan: Berpeluang Bela 3 Negara, Timnas Indonesia Cukup Tertarik
-
Tak Ikut Arus ke Super League, 9 Pemain Timnas Indonesia Ini Masih Bertahan di Liga Top Eropa