-
Marselino Ferdinan harus menjalani masa pemulihan cedera selama empat bulan setelah operasi besar.
-
Oxford United memberikan izin libur dua minggu bagi Marselino untuk pulang ke Surabaya.
-
Rumor transfer ke Persib, Persija, atau Persebaya mencuat seiring habisnya kontrak di Inggris.
“Dikasih libur Oxford United dua minggu. Jadi balik ke Surabaya buat menengok keluarga,” katanya dalam unggahan Instagram tersebut.
Meski demikian kehadiran Marselino di Surabaya memicu beragam asumsi liar terkait masa depan kariernya.
Publik mulai mempertanyakan apakah ia akan tetap bertahan di Inggris atau justru kembali berkarier domestik.
Apalagi masa bakti atau kontrak kerja Marselino bersama klub berjuluk The U’s akan segera kedaluwarsa.
Perjanjian kontrak profesional tersebut diketahui bakal berakhir secara resmi pada penutupan musim kompetisi ini.
Dalam sesi wawancara Marselino mengakui bahwa proses penyembuhan total membutuhkan waktu yang sangat panjang.
Secara medis ia memprediksi setidaknya butuh waktu sekitar empat bulan untuk bisa kembali merumput.
Estimasi tersebut mengisyaratkan bahwa Marselino kemungkinan besar baru aktif bermain lagi pada bulan April nanti.
Situasi fisik ini tentu menjadi pertimbangan berat bagi manajemen Oxford United untuk mempertahankan jasanya.
Baca Juga: Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
“Puji Tuhan baik. Kebetulan ada cedera habis operasi satu bulan lalu dan pemulihannya [membutuhkan] empat bulan,” kata Marselino di akun Instagram Hope Physiotherapy.
Sinyal kepergiannya dari Oxford United semakin menguat seiring dengan durasi absennya yang cukup lama.
Jika benar-benar dilepas status bebas transfer akan membuat Marselino menjadi rebutan banyak tim besar.
Klub raksasa seperti Persib Bandung santer dikabarkan mulai memantau situasi sang gelandang timnas tersebut.
Persija Jakarta juga diprediksi akan masuk ke dalam persaingan untuk mendapatkan tanda tangan kontraknya.
Namun kepulangan ke Persebaya Surabaya dianggap sebagai opsi paling emosional bagi pemain didikan asli Surabaya ini.
Keputusan untuk kembali merumput di Liga Indonesia bisa menjadi langkah strategis demi mengembalikan performa terbaiknya.
Bermain secara reguler di kompetisi lokal tentu lebih baik daripada hanya menjadi cadangan di luar negeri.
Faktor kebugaran pascaoperasi 30 jahitan menjadi kunci utama sebelum ia menentukan pelabuhan klub baru.
Para penggemar sepak bola nasional tentu berharap Marselino bisa bangkit dan kembali ke performa puncaknya.
Kini fokus utama sang pemain adalah menyelesaikan program rehabilitasi medis di bawah pengawasan ahli fisioterapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan