Bola / Bola Indonesia
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:34 WIB
Indonesia resmi ajukan diri jadi tuan rumah Piala Asia 2031. PSSI harus bersaing ketat dengan Australia, Korea Selatan, hingga koalisi Asia Tengah. [Bolatimes.com]
Baca 10 detik
  • Indonesia resmi masuk dalam bursa pencalonan tuan rumah Piala Asia 2031 dan akan bersaing ketat dengan negara-negara kuat seperti Australia dan Korea Selatan.
  • Persaingan semakin menarik dengan adanya pengajuan tuan rumah bersama (joint bid) dari tiga negara Asia Tengah, yakni Uzbekistan, Kirgistan, dan Tajikistan.
  • AFC akan segera memulai proses verifikasi dokumen teknis dan kesiapan fasilitas dari seluruh kandidat, menuntut PSSI untuk mempersiapkan proposal yang matang.

Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi telah merilis daftar negara yang mengajukan diri (bidding) untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 pada Rabu siang WIB.

Indonesia dipastikan masuk dalam gelanggang persaingan tersebut setelah PSSI mengonfirmasi ambisi besarnya untuk membawa turnamen paling bergengsi di benua kuning ini ke Tanah Air.

Namun, jalan Indonesia untuk memenangkan hak tuan rumah dipastikan sangat terjal karena harus bersaing dengan negara-negara raksasa sepak bola Asia yang memiliki infrastruktur mapan.

Pesaing kelas berat pertama datang dari Australia yang sudah sangat berpengalaman menggelar event internasional dan didukung fasilitas stadion kelas dunia.

Selain Negeri Kanguru, Korea Selatan juga muncul sebagai kandidat kuat dengan keunggulan stadion modern peninggalan Piala Dunia serta sistem transportasi publik yang sangat terintegrasi.

Dari kawasan Asia Selatan, India turut meramaikan bursa pencalonan dengan motivasi menjadikan ajang ini sebagai momentum kebangkitan industri sepak bola domestik mereka.

Tidak ketinggalan, Kuwait kembali menunjukkan ambisinya mewakili kekuatan Timur Tengah dengan modal pengalaman panjang dalam menyelenggarakan turnamen olahraga internasional.

Tantangan paling unik dan menarik perhatian datang dari blok Asia Tengah yang mengajukan format tuan rumah bersama atau co-hosting untuk edisi 2031.

Tiga negara serumpun yakni Uzbekistan, Kirgistan, dan Tajikistan memutuskan bersatu dalam satu paket pengajuan untuk membagi beban infrastruktur dan logistik turnamen.

Baca Juga: Ledakan Petasan ke Emil Audero, Inter Milan Didenda Hampir Rp 1 Miliar!

Model tuan rumah gabungan ini dinilai bisa menjadi kuda hitam yang menyulitkan calon tunggal lainnya karena menawarkan sensasi budaya yang beragam di jalur sutra.

Menghadapi para pesaing tersebut, PSSI kini dituntut untuk melakukan persiapan yang sangat matang, terutama dalam aspek fasilitas pertandingan dan pendukung.

AFC selanjutnya akan meminta seluruh negara kandidat untuk segera melengkapi dokumen teknis dan jaminan kesiapan fasilitas sebagai tahap verifikasi berikutnya.

Persaingan ketat antarnegara ini membuat peluang Indonesia tetap terbuka lebar, asalkan mampu meyakinkan AFC dengan proposal yang komprehensif dan realistis.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Load More