Bola / Bola Indonesia
Minggu, 08 Februari 2026 | 10:05 WIB
Pelatih tim nasional futsal putra Indonesia, Hector Souto, saat memimpin latihan tim Indonesia jelang SEA Games 2025 di Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Antara/Fajar Satriyo)
Baca 10 detik
  • Timnas Futsal Indonesia kalah dari Iran di final Piala Asia 2026 melalui adu penalti di Jakarta.
  • Pelatih Hector Souto menekankan pentingnya tetap rendah hati meskipun berhasil mencapai babak final turnamen.
  • Souto menyoroti perlunya investasi fasilitas latihan akar rumput demi peningkatan kualitas futsal Indonesia.

Suara.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan pernyataan bernada gurauan namun sarat makna usai partai final Piala Asia Futsal 2026 melawan Iran.

Menurutnya, Indonesia mendapat dukungan luas dari publik dunia saat tampil di laga puncak yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2).

Pada pertandingan tersebut, Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti dengan skor 4-5, setelah kedua tim bermain imbang 5-5 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu.

Meski gagal meraih gelar juara, penampilan Garuda Futsal menuai banyak pujian.

“Menurut saya, hari ini hanya satu negara yang ingin Iran menang. Di seluruh dunia, banyak yang mendukung Indonesia,” ujar Souto.

Pernyataan itu mencerminkan besarnya simpati dan apresiasi terhadap perjuangan Indonesia yang tampil berani, agresif, dan penuh determinasi sepanjang turnamen.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung, Indonesia mampu memberi perlawanan sengit kepada salah satu kekuatan utama futsal Asia.

Namun demikian, pelatih asal Spanyol tersebut menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati. Souto mengingatkan bahwa keberhasilan menembus final tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk turnamen-turnamen berikutnya.

“Kita harus tetap membumi. Jika turnamen ini diulang dalam dua pekan, mungkin kita tidak sampai ke final,” katanya dengan nada realistis.

Baca Juga: Apa Jabatan Atta Halilintar di Federasi Futsal? Ikut Dipuji usai Timnas Juara 2 Piala Asia Futsal

Souto menilai persaingan futsal di Asia sangat ketat. Banyak negara memiliki kualitas yang berimbang, sehingga Indonesia dituntut untuk terus meningkatkan persiapan agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.

Tak hanya bicara soal taktik dan mental, Souto juga menyoroti persoalan mendasar yang menurutnya perlu segera dibenahi, yakni kualitas fasilitas latihan di level akar rumput. Ia menilai kondisi lapangan di dalam negeri belum sepenuhnya mendukung karakter permainan futsal modern yang menuntut tempo tinggi.

“Lapangan di level akar rumput belum cukup baik. Kami perlu investasi fasilitas agar pemain bisa berkembang dan bermain pada kecepatan seperti di parquet,” ujarnya.

Menurut Souto, pembenahan infrastruktur menjadi kunci penting bagi masa depan futsal Indonesia. Dengan fasilitas yang memadai, pemain akan lebih siap secara teknik dan fisik untuk menghadapi intensitas pertandingan internasional.

Soal target ke depan, Souto memilih bersikap realistis dan tidak muluk-muluk. Ia menegaskan fokus utama tim adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin setiap kali mengikuti turnamen.

“Mengenai target selanjutnya, seperti yang selalu terjadi: datang ke pemusatan latihan, bersiap sebaik mungkin, lalu bersaing,” ucapnya.

Load More