-
Mauricio Souza absen memimpin Persija lawan Bali United karena sanksi akumulasi kartu kuning.
-
Posisi pelatih kepala akan digantikan sementara oleh asisten pelatih Ricky Nelson di Gianyar.
-
Persija menargetkan kemenangan di pekan ke-21 untuk bangkit dari kekalahan kontra Arema FC.
Suara.com - Persija Jakarta dipastikan tidak akan didampingi pelatih kepala Mauricio Souza saat bertandang ke markas Bali United dalam lanjutan pekan ke-21 Super League 2025/2026. Juru taktik asal Brasil itu harus absen akibat sanksi yang diterimanya pada laga sebelumnya.
Macan Kemayoran dijadwalkan dijamu Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/2/2027). Tiga poin menjadi target utama tim ibu kota demi bangkit setelah kekalahan menyakitkan 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada pekan sebelumnya.
Namun, Persija tidak akan tampil dengan kekuatan penuh di laga penting ini. Mauricio Souza dipastikan tidak bisa mendampingi tim karena harus menjalani skorsing akumulasi kartu kuning.
Kartu kuning keempatnya musim ini didapat saat menghadapi Arema FC. Dengan total empat kartu kuning di Super League 2025/2026, ia otomatis harus absen sesuai regulasi yang berlaku.
Sanksi itu Merujuk pada aturan resmi kompetisi Super League 2025/2026 yang tertuang dalam Bab XII Pasal 55 ayat ke-13.
"Ofisial yang mengumpulkan akumulasi 2 (dua) kartu kuning dalam 2 (dua) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League, tidak diperkenankan untuk mendampingi 1 (satu) kali Pertandingan pada pertandingan berikutnya setelah
akumulasi tersebut tercapai."
“Aturan ini juga berlaku untuk kelipatan berikutnya (keempat, keenam, kedelapan, dan seterusnya),”Artinya,
Ini bukan kali pertama Souza harus menepi. Sebelumnya, ia juga absen saat Persija menghadapi Bhayangkara FC pada pekan kedelapan karena telah mengoleksi dua kartu kuning dari laga melawan Persis Solo dan PSM Makassar.
Dengan absennya Mauricio Souza, Persija akan dipimpin oleh asisten pelatih Ricky Nelson saat melawan Bali United.
Baca Juga: Eks Ajax Kebingungan Pertama Kali Main di Super League: Saya Ada Di Mana? Ini Dunia yang Berbeda
Situasinya serupa seperti ketika menghadapi Bhayangkara FC, di mana Ricky Nelson mengambil alih komando dari tepi lapangan.
Kini, Persija dihadapkan pada ujian berat di kandang Bali United tanpa kehadiran pelatih kepala. Laga ini akan menjadi penentu apakah Macan Kemayoran mampu bangkit dan menjaga asa bersaing di papan atas Super League 2025/2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana