- Jhonattan Limbu adalah pemain sepak bola profesional di Liga Hong Kong yang memiliki darah campuran ayah Nepal dan ibu asal Kediri, Jawa Timur.
- Pemain kelahiran 2005 ini memegang paspor Indonesia sehingga eligible membela Timnas Indonesia kapan saja tanpa perlu menjalani proses naturalisasi.
- Berposisi sebagai penyerang sayap, Jhonattan Limbu menjadi opsi potensial bagi pelatih John Herdman untuk menambah kedalaman skuad Garuda.
Suara.com - Nama Jhonattan Limbu mendadak mencuat ke permukaan sebagai salah satu talenta diaspora yang memiliki peluang besar memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
Pemain muda yang kini meniti karier di Liga Hong Kong tersebut memiliki latar belakang garis keturunan yang sangat unik yakni campuran Nepal dan Kediri.
Status kewarganegaraan Jhonattan Limbu yang memegang paspor Indonesia membuatnya bisa membela skuad Garuda kapan saja tanpa perlu melalui proses naturalisasi yang rumit.
Lahir di Kediri pada 28 Oktober 2005, Jhonattan merupakan putra dari pasangan ayah berdarah Nepal dan ibu asli Indonesia.
Ayahnya disebut-sebut merupakan seorang tentara Gurkha yang bertugas di Hong Kong, sementara sang ibu berasal dari Wates, Kediri, Jawa Timur.
Meski lahir dan tumbuh besar di luar negeri, pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap ini ternyata cukup fasih berbahasa Indonesia dan memahami budaya Jawa.
Berdasarkan data laman statistik Transfermarkt, Jhonattan Limbu saat ini tercatat memperkuat klub Lee Man U-22 yang berkompetisi di HKPL U-22 League.
Perjalanan karier sepak bolanya dimulai dari menimba ilmu di akademi klub HKFC sebelum pindah ke Club Colts pada 8 Mei 2022 silam.
Dia kemudian bermain semusim di sana sebelum pindah ke Sham Shui Po. Di klub itu, dia juga hanya bertahan semusim dan pindah ke RCFC, sebelum mulai 21 Januari 2025 bermain untuk Lee Man U-22.
Baca Juga: Pemain Keturunan Ini Gacor di Timnas Norwegia U-20, Masih Eligible Dinaturalisasi John Herdman
Posisi natural pemain berusia 20 tahun ini adalah sayap kanan, namun ia memiliki fleksibilitas taktik untuk dimainkan di sektor sayap kiri maupun gelandang serang.
Keunikan utama status Jhonattan terletak pada fakta bahwa ia tidak memerlukan perpindahan federasi atau pengambilan sumpah WNI karena sejak awal memegang paspor Indonesia.
Kondisi administratif yang sangat mudah ini tentu menjadi opsi menarik bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang tengah gencar mencari talenta terbaik.
Jhonattan sendiri dalam beberapa kesempatan pernah mengungkapkan keinginannya untuk membela Merah Putih jika mendapatkan panggilan resmi dari PSSI.
Keterikatan emosionalnya dengan Tanah Air juga terlihat dari kebiasaannya pulang kampung ke Kediri untuk mengunjungi keluarga besarnya saat jeda kompetisi.
Potensi Jhonattan di lini serang bisa menjadi alternatif segar di tengah kebutuhan timnas akan pemain-pemain muda yang memiliki jam terbang kompetitif di liga asing.
Kini publik menanti apakah radar pemandu bakat PSSI akan mengarah kepada sosok pemain yang memiliki kombinasi fisik tangguh ala Gurkha dan kelincahan khas Indonesia ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi