- Bek Elkan Baggott tetap dipertahankan Ipswich Town hingga 2026, mengakhiri wacana peminjaman oleh pelatih Kieran McKenna.
- Pelatih McKenna menilai empat bek tengah solid sangat penting, menjaga kedalaman skuad meski Elkan minim menit bermain.
- Status Elkan di klub kini membuka peluang kembali dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk agenda internasional.
Suara.com - Angin segar datang untuk Timnas Indonesia. Bek jangkung Elkan Baggott kembali membuka peluang mendapat panggilan dari pelatih John Herdman setelah namanya masuk dalam rencana skuad Ipswich Town hingga akhir musim 2025/2026.
Keputusan penting diambil pelatih Ipswich, Kieran McKenna. Juru taktik asal Irlandia Utara itu memastikan Elkan tetap menjadi bagian dari The Tractor Boys, meski sebelumnya sempat muncul wacana peminjaman pada Desember 2025.
Pada akhirnya, McKenna memilih mempertahankan bek berusia 23 tahun tersebut demi menjaga kedalaman lini belakang.
Dilansir dari TTWTD, McKenna menilai komposisi empat bek tengah yang solid sangat krusial untuk menjaga konsistensi tim.
"Sepertinya kami tidak pernah secara khusus mempertimbangkan Elkan, tetapi kami telah menyebarkan opsi yang ada."
“Saya pikir sangat penting karena kami memiliki empat bek tengah yang kuat di dalam tim, dan itu terjadi saat ini,” kata McKenna.
Kepercayaan itu menjadi sinyal positif bagi Elkan yang terus berproses bersama Ipswich. Meski pada musim 2025/2026 ia belum tampil di kompetisi kasta kedua Liga Inggris, yang dikenal dengan nama EFL Championship , keberadaannya tetap diperhitungkan di skuad utama.
Sejauh ini, Elkan baru mencatatkan satu menit bermain bersama The Blues di ajang FA Cup. Namun persaingan di posisi bek tengah memang cukup ketat. Ipswich saat ini memiliki empat pemain di sektor tersebut, yakni Jacob Greaves, Cedric Kipre, Dara O'Shea, serta Elkan sendiri.
Ketika Elkan mulai mendapatkan menit bermain reguler bersama Ipswich, peluangnya untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia tentu semakin besar. Apalagi Herdman membutuhkan kedalaman skuad untuk agenda FIFA Series maupun matchday internasional berikutnya.
Baca Juga: Dulu Juara Bulu Tangkis, Pemain Keturunan Indonesia Dipanggil Bela Belanda, PSSI Kecolongan?
Elkan sendiri masih terikat kontrak bersama Ipswich hingga 2028. Ia terakhir kali membela Timnas Indonesia pada 28 Januari 2024 di babak 16 besar Piala Asia 2023.
Kini, dengan situasi terbarunya di klub, harapan masyarakat Tanah Air untuk melihatnya kembali berseragam Merah Putih semakin terbuka lebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil