- Frederic Kanoute, lahir 2 September 1977, menjadi bintang di Sevilla, memenangkan dua UEFA Cup dan dianugerahi Pemain Terbaik Afrika 2007.
- Sebagai Muslim yang taat sejak 1999, ia menolak logo judi pada seragam Sevilla dan tetap berpuasa saat Ramadan.
- Ia mendanai pembelian masjid di Sevilla tahun 2007 dan mendirikan yayasan untuk pendidikan serta kesejahteraan anak yatim di Mali.
Suara.com - Frederic Kanoute pada era 2000-an dikenal sebagai salah satu pesepak bola asal Afrika yang memiliki ketajaman luar biasa di panggung kompetisi Eropa.
Selain itu, striker jangkung asal Mali itu dikenal sebagai sosok yang memadukan prestasi di lapangan dengan keteguhan Islam dan aksi nyata kemanusiaan di luar sepak bola.
Lahir di Sainte-Foy-les-Lyon, Prancis, pada 2 September 1977, Kanoute tumbuh dari keluarga berdarah campuran, ibu Prancis dan ayah Mali.
Kehilangan sang ayah di usia muda membentuk karakter kuat dalam dirinya. Sejak saat itu, sepak bola menjadi jalan untuk mengubah hidup sekaligus membanggakan akar keluarganya.
Awal Karier: Dari Lyon ke Premier League
Kanoute memulai karier profesionalnya di akademi Olympique Lyonnais sebelum promosi ke tim utama.
Namun relasi yang kurang harmonis dengan pelatih saat itu membuatnya hijrah ke Inggris.
Tahun 2000, ia dipinjamkan ke West Ham United. Di Upton Park, Kanoute langsung mencuri perhatian.
Gol debutnya dan duet tajam bersama Paolo Di Canio membuat manajemen mempermanenkan statusnya.
Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
Meski West Ham terdegradasi, performa Kanouté tetap stabil. Ketajamannya kemudian menarik minat Tottenham Hotspur, yang merekrutnya pada 2003.
Bersama Spurs, kariernya berjalan naik turun sebelum akhirnya menemukan panggung terbaiknya di Spanyol.
Era Emas Bersama Sevilla
Kepindahan ke Sevilla FC pada 2005 menjadi titik balik.
Di klub Andalusia itu, Kanoute menjelma menjadi mesin gol mematikan.
Ia mencetak 89 gol dalam lebih dari 200 penampilan. Kanouté berperan besar membawa Sevilla meraih dua gelar beruntun UEFA Cup pada 2006 dan 2007.
Berita Terkait
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
Tegaskan MBG Tidak Dibagikan Saat Sahur, Ini Jadwal Penyaluran Selama Ramadan
-
Warna Cloud Dancer Seperti Apa? Bakal Jadi Tren Baju Lebaran 2026
-
Rafi dan Pahala yang Dicicil
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026