- Frederic Kanoute, lahir 2 September 1977, menjadi bintang di Sevilla, memenangkan dua UEFA Cup dan dianugerahi Pemain Terbaik Afrika 2007.
- Sebagai Muslim yang taat sejak 1999, ia menolak logo judi pada seragam Sevilla dan tetap berpuasa saat Ramadan.
- Ia mendanai pembelian masjid di Sevilla tahun 2007 dan mendirikan yayasan untuk pendidikan serta kesejahteraan anak yatim di Mali.
Tak hanya itu, ia juga mempersembahkan Copa del Rey, UEFA Super Cup, dan Supercopa de Espana.
Pada 2007, Kanoute dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika, menjadi pemain kelahiran luar Afrika pertama yang meraih penghargaan tersebut.
Perjalanan Mualaf dan Keteguhan Prinsip
Kanoute memeluk Islam pada 1999 dan menambahkan nama Oumar sebagai bagian dari identitas barunya. Sejak itu, ia dikenal sebagai Muslim yang taat.
Selebrasi golnya khas, mengangkat jari telunjuk ke atas sebagai simbol tauhid.
Ia juga kerap membuka kedua telapak tangan, menyerupai gerakan doa.
Keteguhannya sempat diuji ketika sponsor utama Sevilla adalah perusahaan judi.
Karena judi dilarang dalam Islam, Kanoute menolak mengenakan jersey bersponsor tersebut.
Klub akhirnya memberinya kostum tanpa logo sponsor dan mengecualikannya dari kegiatan promosi terkait.
Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
Ia kemudian bersedia mengenakan jersey tersebut dengan syarat dana kompensasi disalurkan ke badan amal Islam.
Saat Ramadan, Kanoute tetap berpuasa meski harus bertanding di tengah cuaca panas Spanyol. Ia pernah mengatakan bahwa puasa justru memberinya kekuatan, bukan kelemahan.
Aksi Nyata Membela Islam
Aksi paling mengundang hormat terjadi pada 2007. Kanoute secara diam-diam mengeluarkan lebih dari 500 ribu euro uang pribadinya untuk membeli dan menyelamatkan satu-satunya masjid di Sevilla yang terancam dijual.
Tanpa konferensi pers atau publikasi berlebihan, ia memastikan komunitas Muslim setempat tetap memiliki tempat ibadah.
Tindakan itu memperlihatkan bahwa dampaknya jauh melampaui lapangan hijau.
Selain itu, Kanoute mendirikan Kanoute Foundation yang fokus pada pendidikan dan pembangunan di Mali.
Salah satu proyek utamanya adalah Sakina Children’s Village, yang menyediakan pendidikan, layanan kesehatan, dan tempat tinggal layak bagi anak-anak yatim.
Ia juga aktif menyuarakan isu kemanusiaan. Pada 2009, selebrasinya dengan pesan dukungan untuk Palestina membuatnya didenda federasi sepak bola Spanyol. Namun ia menerima sanksi itu dengan penuh tanggung jawab.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
Tegaskan MBG Tidak Dibagikan Saat Sahur, Ini Jadwal Penyaluran Selama Ramadan
-
Warna Cloud Dancer Seperti Apa? Bakal Jadi Tren Baju Lebaran 2026
-
Rafi dan Pahala yang Dicicil
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Intip Menu TC Timnas Indonesia di Bali: Dari Genjot Fisik hingga Asah Lini Depan
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Nicholas Raskin Minta Belgia Main Pragmatis demi Singkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
PSSI Respons Keresahan Prabowo Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Butuh APBN