-
John Herdman memanfaatkan FIFA Series 2026 sebagai sarana menyusun kerangka tim nasional yang kuat.
-
Lima pemain termasuk Teja Paku Alam dan Elkan Baggott berpeluang kembali memperkuat Timnas Indonesia.
-
Turnamen ini menjadi ajang integrasi antara pemain liga domestik dengan pemain profesional di Eropa.
Kategori ketiga yang paling memicu rasa penasaran publik adalah kembalinya para pemain lama dan munculnya wajah baru.
Sektor ini menjadi menarik karena Herdman membuka pintu bagi mereka yang sempat terpinggirkan pada era kepelatihan sebelumnya.
Nama pertama yang mencuri perhatian adalah Teja Paku Alam yang tampil gemilang di bawah mistar gawang Persib Bandung.
Kiper utama Maung Bandung ini menunjukkan performa luar biasa baik di liga domestik maupun ajang Liga Champions Asia Dua.
Refleks yang sangat cepat serta penempatan posisi yang akurat membuat Teja layak bersaing dengan kiper-kiper diaspora lainnya.
Selanjutnya ada nama Ezra Walian yang kini menjabat sebagai kapten di tim Persik Kediri dengan performa meningkat.
Mantan pemain didikan Jong Ajax ini perlahan mulai kembali ke bentuk permainan terbaiknya setelah sempat lama absen membela negara.
Ezra tidak hanya tajam dalam mencetak gol tetapi juga memiliki visi bermain yang sangat cerdas di lini depan.
Fleksibilitasnya untuk bermain sebagai ujung tombak maupun penyerang lubang menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh Herdman.
Baca Juga: Posisinya Diserobot Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Luapkan Kekecewaan
Kehadiran pemain berpengalaman internasional seperti Ezra diharapkan bisa menambah variasi serangan Timnas Indonesia di ajang FIFA Series.
Persoalan lini belakang juga membawa kembali pembicaraan mengenai bek jangkung Elkan Baggott yang sempat tidak mendapatkan tempat.
Baggott yang memiliki karier di Inggris ini secara profil fisik dan teknis masih sangat dibutuhkan untuk duel-duel udara.
Meski sempat tersisih di periode sebelumnya peluang bagi dirinya untuk kembali berseragam Merah Putih kini mulai terbuka lebar.
Herdman diyakini akan memberikan kesempatan kedua jika jalur komunikasi antara pemain dan staf kepelatihan berjalan dengan harmonis.
Postur tubuhnya yang menjulang sangat strategis untuk mengantisipasi bola mati yang sering menjadi kelemahan mendasar di lini pertahanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tersandung Skandal Pasporgate, Tim Geypens Menyesal Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Legenda Persija Sutan Harhara Meninggal Dunia
-
Mauricio Souza Bela Cyrus Margono: Jangan Nilai dari Satu Laga
-
Bukan Persija atau Borneo, Tavares Pilih Persib Kandidat Kuat Juara Super League
-
Tanpa 5 Pilar Utama, Persija Tak Gentar Jamu Persebaya di GBK
-
Souto Akui Thailand Favorit, Tapi Timnas Futsal Indonesia Siap Beri Kejutan
-
Skuad Pincang Bukan Halangan, Persija Jakarta Siapkan Taktik Lumat Persebaya
-
Timnas Indonesia Hadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026?
-
Reuni Panas! Eliano Reijnders Tak Segan Bantu Persib Bungkam Bali United
-
Timnas Futsal Indonesia Tak Gentar Hadapi 6 Jebolan Piala Dunia Milik Thailand di Final