- Pelatih Luciano Spalletti tidak hadir dalam konferensi pers usai Klub Juventus tersingkir dari Liga Champions, sehingga direktur Giorgio Chiellini harus mengambil alih.
- Juventus gugur dramatis lewat perpanjangan waktu oleh Tim Galatasaray dengan agregat 5-7 setelah bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Lloyd Kelly di menit ke-48.
- Giorgio Chiellini mengaku bangga dengan daya juang tim dan meminta publik tetap mempercayai proses yang sedang dibangun oleh Luciano Spalletti musim ini.
Suara.com - Pelatih Luciano Spalletti mendadak tidak menampakkan batang hidungnya dalam sesi konferensi pers usai laga krusial antara Klub Juventus melawan Tim Galatasaray.
Direktur klub, Giorgio Chiellini, terpaksa turun tangan menghadapi cecaran awak media setelah Juventus resmi tersingkir dari ajang Liga Champions.
Langkah Si Nyonya Tua harus terhenti secara dramatis di tangan klub raksasa Turki tersebut setelah kalah agregat 5-7 dalam babak playoff.
Ketidakhadiran Luciano Spalletti ini memicu tanda tanya besar di tengah situasi ruang ganti tim yang sedang dilanda kekecewaan mendalam.
"Luciano tidak ada di sini, karena saya pikir sudah sepantasnya seorang direktur yang hadir malam ini," ujar Giorgio Chiellini memberikan klarifikasi.
Klub Juventus sebenarnya tampil luar biasa dengan mencetak tiga gol balasan di waktu normal lewat eksekusi penalti Manuel Locatelli, Federico Gatti, dan Weston McKennie.
Perjuangan keras itu memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu meski mereka harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-48 akibat kartu merah Lloyd Kelly.
Sayangnya, keunggulan jumlah pemain lawan akhirnya menjadi petaka ketika Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz mencetak gol kemenangan untuk Tim Galatasaray di babak tambahan.
"Kami kelelahan dan kecewa dengan hasil ini, terlepas dari penampilannya. Pada saat yang sama, kami sangat bangga dengan cara kami bermain," ungkap Chiellini memuji daya juang tim.
Baca Juga: Ada Sosok Pilot Pesawat Tempur di Balik Kengerian Bodo/Glimt di Liga Champions
Mantan bek tangguh Timnas Italia itu menyoroti insiden kartu merah langsung dari pantauan VAR yang menimpa Lloyd Kelly dengan nada sedikit menyindir.
"Katakanlah beruntung Kelly yang berada dalam situasi itu dan bukan saya. Tidak ada lagi yang bisa saya katakan tentang itu," jawabnya terkait keputusan kontroversial wasit.
Meski tersingkir dari Liga Champions, fans tuan rumah di stadion justru memberikan tepuk tangan meriah seusai peluit panjang berbunyi sebagai bentuk apresiasi.
Chiellini menegaskan bahwa performa pantang menyerah ini harus dijadikan titik balik bagi tim yang sebelumnya sempat mengalami krisis tanpa kemenangan di lima laga terakhir.
"Perasaan yang harus kita miliki adalah bahwa ini merupakan titik awal untuk menemukan kembali percikan yang selama ini hilang, saat kita memasuki minggu-minggu terakhir musim ini," tuturnya.
Sang direktur juga pasang badan membela kinerja Luciano Spalletti yang belakangan ini mendapat banyak kritik tajam terkait mentalitas bertarung skuadnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kabar Baik dari Halimun Salak! 51 Macan Tutul Jawa Buktikan Alam dan Manusia Bisa Berbagi Ruang
-
Kuansing Status Siaga Darurat Bencana Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?
-
Heboh Harga Yamaha R2 40 Jutaan, Mesin DOHC Garang yang Bikin R15 Minder
-
Menkomdigi Ubah Aturan Kuota Internet, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota dan Beri Pilihan Pelanggan
-
Rektor Diberhentikan, 9 Dosen Di-PTDH, Ada Apa di Universitas PGRI Palembang?
-
5 Cara Pakai Air Mawar Viva untuk Bikin Wajah Glowing Maksimal
-
Tidak Semua Bentuk Tubuh Cocok dengan Celana Cutbray, Mitos atau Fakta?
-
Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
-
Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR