-
Mauresmo Hinoke gagal dinaturalisasi ke Timnas Indonesia akibat kendala garis keturunan generasi keempat.
-
John Herdman harus mencari alternatif pemain lain menjelang turnamen internasional FIFA Series 2026.
-
Syarat domisili lima tahun menjadi satu-satunya jalur tersisa bagi Hinoke untuk membela Garuda.
Aturan terbaru FIFA hanya memperbolehkan pemain melakukan naturalisasi jika memiliki garis keturunan maksimal hingga generasi ketiga atau kakek-nenek.
Investigasi mendalam menunjukkan bahwa darah Indonesia yang mengalir di tubuh Mauresmo Hinoke berasal dari generasi keempat.
Status buyut sebagai pemilik garis keturunan asal Indonesia dianggap tidak memenuhi kualifikasi hukum yang diakui secara internasional saat ini.
Kenyataan pahit ini memaksa PSSI dan tim kepelatihan untuk segera menghentikan proses administrasi yang sempat berjalan beberapa waktu.
Hanya ada satu celah hukum yang tersisa bagi Hinoke jika tetap bertekad untuk mengenakan seragam Merah Putih kelak.
Ia diwajibkan untuk menempuh jalur naturalisasi berbasis domisili dengan cara bermain di kompetisi domestik Indonesia secara menetap.
Syaratnya tidak main-main karena sang pemain harus tinggal di tanah air selama lima tahun berturut-turut tanpa jeda lama.
Skema panjang ini pernah dilewati oleh pemain-pemain senior terdahulu seperti sosok legendaris Cristian Gonzales dan gelandang Marc Klok.
Mengingat usianya yang masih sangat muda, pilihan ini tentu membutuhkan pengorbanan karier yang sangat besar di benua Eropa.
Baca Juga: John Herdman dan Timnas Indonesia yang Terancam Minim Kreasi di Guliran FIFA Series 2026
Tanpa kehadiran Hinoke, John Herdman kini dituntut untuk memaksimalkan potensi pemain yang sudah tersedia di dalam daftar panggilannya.
Ujian sesungguhnya bagi arsitek asal Inggris ini akan tersaji dalam ajang internasional bertajuk FIFA Series 2026 mendatang.
Turnamen ini akan menjadi panggung pembuktian bagi Herdman dalam meramu taktik, mentalitas, serta kedalaman tim secara keseluruhan.
Berdasarkan jadwal resmi, Indonesia akan menjamu Saint Kitts and Nevis national football team di Jakarta pada akhir Maret.
Pertandingan krusial tersebut akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang diprediksi akan dipenuhi oleh ribuan suporter.
Kemenangan atas tim tamu tersebut sangat penting demi mengamankan satu tiket di partai puncak yang digelar beberapa hari kemudian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Debut Manis Kiper Muda Persija Jakarta! Hafizh Rizkianur Ucap Syukur
-
Latihan Perdana Timnas Indonesia Dimulai, Marselino hingga Saddil Langsung Digeber John Herdman
-
Mees Hilgers Terpaksa Bertahan di FC Twente Akibat Kesalahan Agennya
-
Persib Bandung Terancam Ditinggal Pilar Utama, Federico Barba Dapat Tawaran dari Liga Yunani
-
Crystal Palace Juara Conference League, Kisah Sukses Oliver Glasner Membawa Sejarah ke Selhurst Park
-
Mozambik Rilis Skuad Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Andalkan Pemain Utama
-
John Herdman Dapat Amunisi Baru, Dua Pemain Diaspora Australia Segera Dinaturalisasi
-
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, Hugo Broos Rilis 26 Pemain Akhiri Kutukan 16 Tahun
-
Sandy Walsh Cetak Sejarah! Buriram United Juara ASEAN Club Championship
-
Statistik Anthony Gordon, Calon Penyerang Barcelona Bikin Hansi Flick Kepincut