-
Mauresmo Hinoke gagal dinaturalisasi ke Timnas Indonesia akibat kendala garis keturunan generasi keempat.
-
John Herdman harus mencari alternatif pemain lain menjelang turnamen internasional FIFA Series 2026.
-
Syarat domisili lima tahun menjadi satu-satunya jalur tersisa bagi Hinoke untuk membela Garuda.
Suara.com - Ambisi besar pendukung sepak bola tanah air untuk melihat wajah baru di skuad Garuda harus menemui jalan buntu. John Herdman yang kini menakhodai Timnas Indonesia dipastikan tidak bisa mendaftarkan satu talenta berbakat dari kompetisi Belanda.
Pemain yang dimaksud adalah Mauresmo Hinoke yang saat ini sedang menunjukkan taji bersama klub kasta kedua, TOP Oss.
Langkah hukum untuk mengubah kewarganegaraan sang pemain muda ini resmi dihentikan akibat terbentur oleh aturan keras federasi dunia.
FIFA menetapkan batasan yang sangat spesifik mengenai siapa saja yang berhak berpindah asosiasi melalui jalur hubungan darah.
Mauresmo Hinoke sebenarnya memiliki catatan statistik yang cukup menggiurkan bagi staf kepelatihan Timnas Indonesia saat ini.
Berlaga di kasta Eerste Divisie, pemuda ini tercatat sudah tampil sebanyak 27 kali dengan kontribusi yang sangat nyata.
Ia berhasil membukukan 4 gol serta 4 assist yang membuktikan efektivitasnya dalam membongkar pertahanan lawan di Eropa.
Sosoknya bukan orang asing karena ia pernah memperkuat Indonesia national under-20 football team dalam ajang internasional bergengsi.
Salah satu momen yang paling diingat adalah penampilannya di Tournoi Maurice Revello atau Toulon Cup 2024 lalu.
Baca Juga: John Herdman dan Timnas Indonesia yang Terancam Minim Kreasi di Guliran FIFA Series 2026
Bersama Garuda Muda, pemain kelahiran 2005 ini sudah mencatatkan 5 penampilan dan sukses menyumbangkan 1 gol indah.
Fleksibilitas menjadi senjata utama Hinoke karena ia sanggup ditempatkan sebagai sayap kiri maupun gelandang serang kreatif.
Kemampuannya dalam mengolah bola dan melakukan dribel agresif awalnya diharapkan bisa menjadi tandem seimbang bagi Ole Romeny.
Banyak pengamat meyakini kehadiran Hinoke akan membentuk trio lini depan mematikan bersama sosok berbakat Miliano Jonathans.
Namun, semua skenario taktis tersebut kini harus disusun ulang oleh John Herdman demi menjaga keseimbangan skuad utama.
Akar masalah kegagalan proses perpindahan federasi ini terletak pada interpretasi mendalam terhadap regulasi kelayakan pergantian asosiasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan