Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 27 Februari 2026 | 04:43 WIB
Calvin Verdonk (IG Lille)
Baca 10 detik
  • Lille lolos ke 16 besar Liga Europa usai mengalahkan Red Star Belgrade skor 2-0.

  • Olivier Giroud mencetak gol pembuka cepat, sementara Nathan Ngoy mengunci kemenangan pada perpanjangan waktu.

  • Potensi lawan Lille berikutnya di fase gugur adalah Aston Villa atau tim Lyon.

Suara.com - Pemain keturunan Indonesia Calvin Verdonk bawa Lille memastikan diri melangkah ke fase 16 besar Liga Europa musim ini.

Kepastian tersebut didapat setelah mereka menumbangkan perlawanan sengit dari tuan rumah Red Star Belgrade.

Bertanding pada Jumat dini hari WIB, pasukan Lille berhasil menutup laga dengan keunggulan dua gol tanpa balas.

Kemenangan ini menjadi sangat berarti karena Lille sempat tertinggal agregat gol pada pertemuan sebelumnya.

Determinasi tinggi diperlihatkan para pemain Lille sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan krusial tersebut.

Lille yang menelan kekalahan tipis di kandang sendiri langsung menerapkan skema serangan agresif sejak awal.

Upaya mereka membuahkan hasil manis ketika laga baru menyentuh durasi empat menit di babak pertama.

Bomber kawakan Olivier Giroud muncul sebagai pemecah kebuntuan lewat gol cepat yang mengejutkan publik tuan rumah.

Aksi klinis Giroud tersebut secara otomatis mengubah kedudukan agregat menjadi imbang satu sama lain.

Baca Juga: Pilar Jerman U-17 Ini Ternyata Bisa Bela Timnas Indonesia Tanpa Perlu Naturalisasi

Kondisi ini membuat tensi pertandingan semakin memanas karena kedua tim berusaha mencari gol keunggulan.

Meskipun Lille memegang kendali permainan, lini pertahanan Red Star Belgrade tampil cukup disiplin setelah gol pertama.

Berbagai peluang emas tercipta namun tidak ada satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol tambahan.

Tuan rumah pun sesekali memberikan ancaman lewat serangan balik yang cukup merepotkan barisan belakang Lille.

Hingga waktu normal sembilan puluh menit berakhir, skor tetap bertahan pada angka 1-0 untuk Lille.

Laga kemudian terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu untuk menentukan siapa yang berhak lolos.

Memasuki babak tambahan, pelatih Lille melakukan rotasi strategis guna menambah daya gedor di lini depan.

Keputusan memasukkan Nathan Ngoy terbukti menjadi langkah jenius yang mengubah alur jalannya pertandingan playoff ini.

Pada menit ke-99, Ngoy berhasil merobek jala gawang lawan melalui penyelesaian akhir yang sangat tenang.

Menariknya, gol tersebut lahir hanya berselang empat menit setelah sang pemain muda masuk ke arena pertandingan.

Lille pun berada di atas angin dengan keunggulan agregat yang berbalik memihak kepada mereka.

Guna mengamankan margin skor, penyegaran kembali dilakukan pada awal paruh kedua babak perpanjangan waktu tersebut.

Calvin Verdonk dipercaya masuk ke lapangan untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Romain Perraud.

Kehadiran Verdonk memberikan kestabilan baru di sektor pertahanan Lille dari gempuran pemain lawan yang mulai frustrasi.

Pemain bertahan ini menjalankan instruksi dengan disiplin tinggi guna memutus aliran serangan Red Star Belgrade.

Efektivitas permainan bertahan yang diterapkan membuat gawang Lille tetap aman hingga wasit mengakhiri laga malam itu.

Keberhasilan mempertahankan keunggulan dua gol memastikan posisi Lille di jajaran tim elit babak 16 besar.

Perjuangan ekstra di markas lawan ini menjadi bukti mentalitas kuat yang dimiliki oleh skuat asuhan Bruno Genesio.

Kini Lille tinggal menunggu calon lawan mereka yang akan ditentukan melalui mekanisme undian resmi nantinya.

Ada dua potensi lawan tangguh yang sudah menunggu mereka, yakni wakil Inggris Aston Villa atau sesama tim Prancis, Lyon.

Seluruh pendukung Lille kini menaruh harapan besar agar tren positif ini terus berlanjut di kompetisi kasta kedua Eropa.

Load More