Bola / Liga Spanyol
Senin, 02 Maret 2026 | 14:31 WIB
Duel Elche CF kontra RCD Espanyol di Stadion Martínez Valero, Minggu (1/3/2026) waktu setempat, sempat terhenti selama tiga menit menyusul dugaan ucapan bernada rasis yang diduga dilakukan Rafa Mir kepada pemain muslim Omar El Hilali. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Duel Elche kontra Espanyol pada 1 Maret 2026 sempat berhenti akibat dugaan rasisme Rafa Mir kepada Omar El Hilali.
  • Wasit menghentikan laga menit ke-78 atas laporan El Hilali mengenai ucapan "viniste en patera" dari Mir.
  • Elche mengecam rasisme sambil menunggu hasil investigasi resmi dari federasi terkait insiden tersebut.

Suara.com - Sepak bola Spanyol kembali diuji isu rasisme. Duel Elche CF kontra RCD Espanyol di Stadion Martínez Valero, Minggu (1/3/2026) waktu setempat, sempat terhenti selama tiga menit menyusul dugaan ucapan bernada rasis yang diduga dilakukan Rafa Mir kepada pemain muslim Omar El Hilali.

Insiden terjadi pada menit ke-78 saat skor 1-2 untuk Espanyol. Wasit Iosu Galech menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol anti-rasisme setelah menerima laporan langsung dari El Hilali.

Dalam laporan resmi pertandingan seperti dilansir dari El Mundo, wasit menuliskan bahwa El Hilali mengaku Rafa Mir melontarkan kalimat, viniste en patera yang artinya, Anda datang ke sini dengan perahu karet.

Ucapan tersebut tidak terdengar oleh tim wasit, namun tetap dicatat sebagai laporan resmi sehingga protokol dijalankan.

Tak lama setelah laga dimulai kembali, Rafa Mir mencetak gol penyeimbang 2-2 lewat titik penalti.

Elche melalui pernyataan resmi mengecam segala bentuk rasisme, namun meminta publik bersikap bijak dan menunggu hasil penyelidikan karena belum ada bukti audiovisual yang menguatkan tuduhan tersebut.

“Klub akan menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil langkah apa pun, serta akan bekerja sama secara bertanggung jawab sesuai prosedur yang berlaku,” bunyi pernyataan resmi Elche.

Kasus ini kini berpotensi ditangani oleh federasi sepak bola Spanyol dan otoritas LaLiga.

LaLiga pernah menghadapi kasus serupa pada 2022 dalam laga Cádiz vs Valencia yang melibatkan Mouctar Diakhaby.

Baca Juga: WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?

Saat itu, pertandingan sempat terhenti lama sebelum akhirnya dilanjutkan, dan tidak berujung sanksi karena kurangnya bukti pendukung.

Kontributor: Azka Putra

Load More