- Duel Elche kontra Espanyol pada 1 Maret 2026 sempat berhenti akibat dugaan rasisme Rafa Mir kepada Omar El Hilali.
- Wasit menghentikan laga menit ke-78 atas laporan El Hilali mengenai ucapan "viniste en patera" dari Mir.
- Elche mengecam rasisme sambil menunggu hasil investigasi resmi dari federasi terkait insiden tersebut.
Suara.com - Sepak bola Spanyol kembali diuji isu rasisme. Duel Elche CF kontra RCD Espanyol di Stadion Martínez Valero, Minggu (1/3/2026) waktu setempat, sempat terhenti selama tiga menit menyusul dugaan ucapan bernada rasis yang diduga dilakukan Rafa Mir kepada pemain muslim Omar El Hilali.
Insiden terjadi pada menit ke-78 saat skor 1-2 untuk Espanyol. Wasit Iosu Galech menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol anti-rasisme setelah menerima laporan langsung dari El Hilali.
Dalam laporan resmi pertandingan seperti dilansir dari El Mundo, wasit menuliskan bahwa El Hilali mengaku Rafa Mir melontarkan kalimat, viniste en patera yang artinya, Anda datang ke sini dengan perahu karet.
Ucapan tersebut tidak terdengar oleh tim wasit, namun tetap dicatat sebagai laporan resmi sehingga protokol dijalankan.
Tak lama setelah laga dimulai kembali, Rafa Mir mencetak gol penyeimbang 2-2 lewat titik penalti.
Elche melalui pernyataan resmi mengecam segala bentuk rasisme, namun meminta publik bersikap bijak dan menunggu hasil penyelidikan karena belum ada bukti audiovisual yang menguatkan tuduhan tersebut.
“Klub akan menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil langkah apa pun, serta akan bekerja sama secara bertanggung jawab sesuai prosedur yang berlaku,” bunyi pernyataan resmi Elche.
Kasus ini kini berpotensi ditangani oleh federasi sepak bola Spanyol dan otoritas LaLiga.
LaLiga pernah menghadapi kasus serupa pada 2022 dalam laga Cádiz vs Valencia yang melibatkan Mouctar Diakhaby.
Baca Juga: WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?
Saat itu, pertandingan sempat terhenti lama sebelum akhirnya dilanjutkan, dan tidak berujung sanksi karena kurangnya bukti pendukung.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?
-
Eks Mertua Pratama Arhan Bawa Kasus Baru ke PSSI, Akan Segera Lapor
-
Ketegaran Vinicius Jr: Menahan 20 Serangan Rasis Selama Berbaju Real Madrid
-
9 Fakta dan Kronologi Perang Knetz vs SEAblings Memanas di Medsos
-
Korea Selatan Masuk Negara Paling Rasis di Dunia, Apa Penyebabnya?
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah