-
Rizky Ridho soroti penurunan fokus pertahanan Persija Jakarta yang kerap kebobolan di menit akhir.
-
Persija Jakarta tertahan di posisi kedua klasemen setelah bermain imbang melawan Borneo FC Samarinda.
-
Kapten Persija menekankan pentingnya disiplin mengikuti instruksi pelatih demi mengejar poin Persib Bandung.
Kebijakan rotasi kiper ini diambil demi memberikan ruang lebih bagi pemain asing di posisi lain.
Namun, upaya tersebut terbukti belum menjadi solusi mujarab untuk menghentikan aliran gol lawan.
Rizky Ridho menyadari bahwa ada masalah serius terkait tingkat kewaspadaan para pemain di lapangan.
Ia melihat adanya kecenderungan pemain kehilangan arah pada fase krusial di tengah maupun akhir laga.
"Tentunya kami jarang clean sheet karena kami juga kebobolan pada menit menit pertengahan dan akhir pertandingan," ujar Rizky Ridho kepada awak media.
Kapten Timnas Indonesia itu menekankan bahwa sepak bola membutuhkan ketahanan mental hingga peluit akhir.
Ia tidak memungkiri bahwa koordinasi yang buruk sering kali berawal dari kelalaian personal pemain.
"Mungkin kami harus lebih fokus dan konsentrasi lebih lagi, karena mungkin, ada kesalahan individu dari kami yang mengakibatkan kita kebobolan," ucapnya.
Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri berdampak langsung pada posisi mereka di tabel klasemen.
Baca Juga: Disebut Layak Bela Timnas oleh Pelatihnya, Sebagus Apa Statistik Rivaldo Pakpahan?
Persija kini gagal menempel ketat sang rival abadi, Persib Bandung, yang masih kokoh di puncak.
Selisih angka antara peringkat pertama dan kedua kini merentang menjadi tiga poin yang cukup lebar.
Ambisi untuk meraih gelar juara musim ini menuntut perbaikan performa yang sangat signifikan dan cepat.
Ridho berharap seluruh penggawa Macan Kemayoran segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap gaya bermain mereka.
Kepatuhan terhadap strategi yang disusun oleh tim pelatih menjadi harga mati bagi setiap pemain.
"Jadi ke depannya agar lebih baik lagi dan mengikuti apa yang diinstruksikan pelatih dengan baik dan disiplin," pungkasnya.
Eks pemain Persebaya itu ingin rekan-rekannya memiliki tanggung jawab penuh saat sedang ditekan lawan.
Transisi dari menyerang ke bertahan harus dilakukan dengan kecepatan dan ketepatan yang tinggi setiap saat.
Tanpa adanya kedisiplinan, target untuk kembali ke jalur kemenangan akan semakin sulit untuk diwujudkan.
Rizky Ridho tetap optimis timnya bisa bangkit jika seluruh pemain mau bekerja keras bersama.
Persaingan di papan atas BRI Super League yang sangat ketat tidak memberikan ruang bagi tim yang lengah.
Kini fokus Persija beralih pada pembenahan taktik agar kejadian kebobolan di menit akhir tidak terulang.
Staf pelatih diprediksi akan memberikan porsi latihan khusus bagi para pemain di sektor garis belakang.
Publik Jakarta tentu berharap Macan Kemayoran bisa kembali tampil solid seperti awal musim yang perkasa.
Ujian berikutnya akan menjadi pembuktian apakah evaluasi dari sang kapten benar-benar membuahkan hasil nyata.
Semangat juang para pemain akan diuji untuk menjaga martabat tim di hadapan para pendukung setianya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah