Bola / Liga Inggris
Senin, 16 Maret 2026 | 13:15 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (Dok. Man City)
Baca 10 detik
  • Pep Guardiola mengisyaratkan keputusasaan dalam perebutan juara Liga Inggris setelah imbang 1-1 kontra West Ham (15/3/2026).
  • Hasil imbang membuat selisih poin Manchester City dengan Arsenal di puncak klasemen menjadi sembilan poin.
  • Guardiola mengalihkan fokus tim untuk menyelesaikan musim sebaik mungkin sambil mempersiapkan kekuatan musim berikutnya.

Suara.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola tampaknya mulai realistis dan mengisyaratkan lempar handuk dalam perburuan gelar juara Liga Inggris 2025/2026 melawan sang rival Arsenal.

Sinyal pesimistis itu muncul setelah skuad asuhannya secara tak terduga terpeleset saat bertandang ke markas West Ham United, Minggu (15/3/2026), dengan skor akhir imbang 1-1.

Dalam laga pekan ke-30 tersebut, The Citizens sebenarnya mampu unggul lebih dulu melalui gol cantik sang kapten, Bernardo Silva, pada menit ke-31.

Namun, keunggulan itu sirna hanya lima menit kemudian setelah bek West Ham, Konstantinos Mavropanos, menyamakan kedudukan lewat sundulan dari skema sepak pojok.

Meski mendominasi total jalannya laga dengan melepaskan 24 tembakan, Erling Haaland dan kawan-kawan gagal menemukan gol kemenangan. Hasil ini terasa seperti kekalahan bagi Man City.

Satu poin yang diraih membuat jarak mereka dengan Arsenal di puncak klasemen kini melebar menjadi sembilan poin.

Meski The Citizens masih memiliki satu laga simpanan, Guardiola melihat laju impresif The Gunners membuat peluang timnya untuk menjadi juara kini terasa sangat berat.

Alih-alih membicarakan peluang juara, manajer asal Spanyol itu justru meminta timnya untuk fokus menyelesaikan musim dengan cara terbaik dan mulai menatap musim depan.

"Dengan delapan pertandingan tersisa, kita harus menerimanya dan menyelesaikan musim dengan lebih baik," ucap Guardiola dikutip dari Irish Examiner.

Baca Juga: Dibantai 3-0, Pep Guardiola Peringatkan Real Madrid

"Semakin cepat kita meningkatkan performa, semakin baik untuk saat ini dan untuk masa depan, untuk musim depan."

"Inilah yang harus kita lakukan. Saya menyukai tim saya. Saya tahu sepak bola modern saat ini tidak (seperti itu) tetapi saya tetap menyukainya, jadi sampai akhir kita terus berjuang. Musim depan, kami akan (bangkit) kembali," tegasnya.

Sikap pesimistis Guardiola cukup beralasan jika melihat jadwal berat yang menanti di depan mata.

Dalam delapan laga sisa, mereka masih harus melakoni laga tandang sulit ke markas Chelsea dan partai penentuan melawan Arsenal.

Selain itu, Man City juga masih harus berlaga di final Piala Liga Inggris kontra The Gunners dan menghadapi Liverpool di Piala FA.

Load More