- Indonesia dan Bulgaria berpeluang bertemu di final FIFA Series 2026 jika sama-sama menang di laga perdana masing-masing.
- Duel ini akan menjadi ajang adu kualitas para pemain yang berkarier di liga-liga top Eropa seperti Kevin Diks, Jay Idzes, dan Ilia Gruev.
- Bulgaria unggul dalam peringkat FIFA dan rekor pertemuan terakhir, namun Indonesia punya sejarah unik di panggung Piala Dunia 1938.
Suara.com - Panggung internasional FIFA Series 2026 siap menyajikan potensi duel menarik antara Timnas Indonesia melawan Timnas Bulgaria.
Pertemuan kedua negara ini berpeluang besar terjadi di partai final jika keduanya sama-sama sukses menumbangkan lawan masing-masing di laga pembuka.
Skuad Garuda dijadwalkan akan lebih dulu menjajal kekuatan Timnas Saint Kitts dan Nevis, sementara sang calon lawan akan berhadapan dengan Timnas Kepulauan Solomon.
Salah satu fakta yang paling menyita perhatian jelang pertemuan ini tentu saja adalah adu kualitas para pemain yang berkarier di kompetisi Eropa.
Skuad Merah Putih akan diperkuat oleh nama-nama mentereng seperti Kevin Diks dan Jay Idzes.
Selain itu, ada juga sosok Emil Audero serta Calvin Verdonk yang siap memberikan soliditas di lini belakang.
Di sisi seberang, sang lawan juga datang dengan membawa andalan mereka yang merumput bersama Leeds United yakni Ilia Gruev.
Selain itu, masih ada nama Dimitar Mitov dan Hristian Petrov yang siap memberikan perlawanan sengit.
Fakta menarik berikutnya datang dari catatan sejarah partisipasi kedua negara di pentas akbar Piala Dunia FIFA.
Baca Juga: Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
Wakil Eropa Timur tersebut tercatat sudah tujuh kali tampil di putaran final dengan prestasi terbaik menempati peringkat keempat pada edisi 1994.
Sementara itu, Indonesia pernah merasakan atmosfer turnamen tersebut pada tahun 1938 silam saat masih menggunakan nama Hindia Belanda.
Dari sisi peringkat resmi FIFA, Bulgaria saat ini berada di posisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan skuad Garuda.
Pertemuan antara kedua negara di atas lapangan hijau juga tergolong sangat langka dalam sejarah persepakbolaan dunia.
Duel terakhir mereka diketahui terjadi pada tahun 1973 silam yang saat itu berhasil dimenangkan oleh Bulgaria.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Simon Grayson Mampir ke Leeds United Sebelum Gabung Timnas Indonesia, Bujuk Pascal Struijk?
-
Bongkar Taktik John Herdman: Prediksi Formasi 3 Bek Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
5 Senjata Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Pilar Penting di 3 Lini
-
Bedah Staf Kepelatihan Timnas Indonesia Era John Herdman: Simon Grayson Paling Senior
-
Marc Klok Beri Pesan Khusus ke John Herdman: Bangun Timnas untuk Masa Depan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Milos Raickovic Ungkap Makna Selebrasi Saat Persebaya Menang 4-0 atas PSBS Biak
-
Ledakan Babak Kedua! Rahasia Bernardo Tavares Hancurkan PSBS Biak 4-0 Terungkap
-
Bawa Klub Presiden Prabowo Promosi, Widodo Cahyono Putro Justru Kecewa, Ini Alasannya
-
Gelandang Asal Brasil Ini Mendadak Galau Bersama Kendal Tornado FC, Ini Penyebabnya
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Pesta Gol Sekaligus 'Antar' PSBS Biak Degradasi
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Arah Angin Berubah! Posisi Tawar Mees Hilgers Kini Pahit, FC Twente Semringah
-
Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS
-
Update Kasus Pasporgate Dean James: Liga Belanda Terancam Chaos!
-
Pemain Keturunan Indonesia Sesumbar Lebih Baik dari Calhanoglu dan McTominay