-
Radja Nainggolan sangat menyesal tidak memilih membela Timnas Indonesia sejak awal karier profesionalnya.
-
Sang pemain merasa sakit hati karena dicoret dari skuad Piala Dunia 2018 oleh Belgia.
-
Nainggolan memuji tinggi rasa hormat masyarakat Indonesia dibandingkan dengan apresiasi di negara Belgia.
Suara.com - Radja Nainggolan akhirnya buka suara soal keputusan besar dalam kariernya yang kini ia sesali. Gelandang berdarah Indonesia itu mengaku menyesal tidak memilih membela Timnas Indonesia, terutama setelah perjalanan bersama Timnas Belgia berakhir tidak sesuai harapan.
Dalam wawancara bersama De Tafel van Gert yang dikutip dari media Belanda, Voetbal Primeur, Nainggolan mengungkap kekecewaannya karena tidak masuk dalam skuad Belgia di Piala Dunia 2018.
Momen itu menjadi titik balik yang membuatnya mempertanyakan banyak hal dalam karier internasionalnya.
"Saya sangat terpukul dengan hal itu. Saya telah mengorbankan hidup saya untuk bisa bermain bagi Rode Duivels. Saya sempat mengatakan hal ini sebelumnya," kata Nainggolan.
Kekecewaan tersebut bahkan membuatnya berpikir ulang soal pilihan membela negara. Ia mengaku, jika mengetahui akhir ceritanya bersama Belgia, keputusan yang diambil bisa saja berbeda.
"Jika saya tahu semuanya akan berakhir seperti ini, maka saya akan lebih cepat memilih Indonesia. Saya bangga menjadi orang Belgia," jelasnya.
Nainggolan sendiri lahir di Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Marius Nainggolan, yang berasal dari Sumatra Utara.
Faktor inilah yang sempat membuka peluang baginya untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa lalu.
Menariknya, di penghujung kariernya, Nainggolan sempat merasakan atmosfer sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
Mantan pemain AS Roma dan Inter Milan itu membela Bhayangkara FC selama setengah musim, dari akhir 2023 hingga pertengahan 2024.
Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Nainggolan, terutama terkait sambutan dari masyarakat Indonesia yang ia nilai sangat berbeda.
"Saya bermain sepak bola di Indonesia selama enam bulan. Rasa hormat dan apresiasi yang saya terima dari masyarakat di sana benar-benar berbeda jauh dibandingkan dengan dunia sepak bola Belgia," ucap Nainggolan.
Selama sembilan tahun berseragam De Rode Duivels, Nainggolan mencatatkan 30 penampilan dengan torehan enam gol dan tiga assist. .
Namun, momen tak dibawanya ke Piala Dunia 2018 masih menjadi luka yang sulit dilupakan.
"Pada 2018 saya tidak dibawa ke Piala Dunia karena dianggap akan menimbulkan masalah di bangku cadangan," terang Nainggolan.
"Itu omong kosong besar. Saat itu saya bilang, kalau begitu sudah selesai," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta