- Striker keturunan Depok, Dean Zandbergen, mencetak dua gol krusial saat membela VVV Venlo pada Sabtu, 11 April 2026.
- Zandbergen tampil impresif musim ini dengan mengoleksi total 11 gol serta 3 assist di level kompetisi Belanda.
- PSSI dan pelatih John Herdman mulai mempertimbangkan Zandbergen sebagai opsi pendamping Ole Romeny di lini depan Timnas Indonesia.
Suara.com - Pencarian sosok pendamping ideal untuk Ole Romeny di lini depan Timnas Indonesia terus berlanjut.
Di tengah kebutuhan akan juru gedor baru, satu nama dari Belanda, Dean Zandbergen, kembali mengirimkan sinyal yang sangat kuat melalui performa sensasionalnya di level klub.
Striker keturunan Depok ini baru saja menjadi pahlawan dramatis bagi timnya, VVV Venlo.
Dalam laga lanjutan Keuken Kampioen Divisie, Sabtu (11/4/2026), Zandbergen mencetak dua gol di menit-menit akhir untuk memaksakan hasil imbang 3-3 melawan De Graafschap. Keajaiban terjadi saat timnya tertinggal 1-3 hingga menit ke-90.
Zandbergen memulai aksinya dengan mencetak gol pada menit ke-90+3 untuk memperkecil ketertinggalan.
Tiga menit berselang, pada menit ke-90+6, ia dengan dingin mengeksekusi tendangan penalti untuk menyamakan kedudukan dan menggagalkan kemenangan yang sudah di depan mata lawan.
Brace dramatis ini bukan sebuah kebetulan. Ini adalah bukti sahih betapa on firenya performa sang striker saat ini.
Hebatnya lagi, striker dengan postur 188 cm ini telah mencetak tujuh gol hanya dalam empat pertandingan terakhirnya, termasuk sebuah hattrick di laga sebelumnya.
Total, musim ini ia telah mengoleksi 11 gol dan 3 assist. Performa inilah yang membuat namanya kembali layak dipertimbangkan secara serius oleh PSSI dan pelatih John Herdman.
Baca Juga: Komentar Maarten Paes usai Catatkan Clean Sheet dan Menang 3-0
Keinginan Zandbergen untuk membela tanah air sang nenek pun sudah sangat jelas.
“Sayangnya aku belum dikontak lagi (oleh PSSI) dan mungkin mereka masih akan lakukan itu (naturalisasi) di masa yang akan datang,“ ucap Dean Zandbergen dikutip dari YouTube Yussa Nugraha.
Berita Terkait
-
Siapa Emral Abus? Pelatih Timor Leste U-17 Asal Sumbar yang Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Eksel Runtukahu Jadi Opsi John Herdman di Piala AFF, Golnya Ungguli Striker Timnas Indonesia
-
Sandy Walsh Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Indonesia yang Juara Liga Thailand
-
Sempat Terkendala Administrasi, Dean James Comeback Bersama Go Ahead Eagles
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
-
Ricky Fajrin Akui Persib Bandung Tim Bagus dan Salah Satu Favorit Juara
-
Layvin Kurzawa Apresiasi Kegiatan Women Empowerment In Football Collaboration Coaching Clinic
-
Siapa Emral Abus? Pelatih Timor Leste U-17 Asal Sumbar yang Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Eksel Runtukahu Jadi Opsi John Herdman di Piala AFF, Golnya Ungguli Striker Timnas Indonesia
-
Satu Darah di GBK, Ketika Jakmania Menyulap Dukungan Jadi Kehidupan
-
Sandy Walsh Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Indonesia yang Juara Liga Thailand