- Striker timnas Prancis, Hugo Ekitike, mengalami cedera tendon Achilles saat membela Liverpool melawan PSG di Liga Champions.
- Cedera parah tersebut mengharuskan Ekitike menepi selama delapan hingga sembilan bulan dan mengakhiri musim ini lebih awal.
- Kondisi ini membuat Ekitike dipastikan absen membela timnas Prancis pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
Suara.com - Petaka didapatkan Timnas Perancis jelang menghadapi Piala Dunia 2026.
Striker mereka, Hugo Ekitike dikabarkan bakal absen diajang tersebut karena hantaman cidera parah.
Pemain berbanderol sekitar Rp1,7 trilun itu cedera tendon Achilles saat membela Liverpool dalam leg kedua perempat final Liga Champions 2025/26 melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Laporan L’Equipe menyebutkan bahwa Ekitike akan menepi 8 hingga 9 bulan yang sekaligus membuat dia mengakhiri musim ini lebih cepat.
Ekitike mengalami cedera serius dalam laga yang berlangsung di Anfield, ketika Liverpool kalah 0-2 dari PSG dan tersingkir dengan agregat telak 0-4.
Dalam pertandingan tersebut, Ekitike terlihat menunjuk bagian tendon Achilles-nya saat tim medis memberikan penanganan di lapangan. Dia kemudian harus ditandu keluar lapangan, menandakan cedera yang dialaminya cukup parah.
Hingga saat ini, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi terbaru sang pemain.
Ekitike tampil impresif bersama Liverpool musim ini dengan mencetak 17 gol di semua kompetisi sejak didatangkan dari Eintracht Frankfurt pada Juli lalu dengan nilai transfer mencapai 69 juta pound sterling (sekitar Rp1,8 triliun).
Di level internasional, Ekitike telah mencatatkan delapan penampilan bersama timnas Prancis dan mencetak dua gol, masing-masing saat menghadapi Ukraina di kualifikasi Piala Dunia serta melawan Brasil dalam laga persahabatan.
Baca Juga: Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG
Dalam beberapa pertandingan terakhir, dia juga mulai dipercaya sebagai pelapis utama Kylian Mbappe di lini depan Les Bleus.
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai
-
Harga Saham Anjlok, Bisnis Pop Mart Mulai Redup
-
3 Sepatu Lokal yang Cocok Dipadukan dengan Celana Jeans, Tampilan Makin Stylish
-
Untuk Pemula Mending Sepeda Frame Alloy atau Karbon? Ini Perbedaan dan 5 Rekomendasinya
-
Viva Face Tonic Lemon untuk Kulit Apa? Ini Manfaat dan Cara Pakainya
-
Kenapa Muktamar NU Sepakat Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik?
-
Yoo Ah In Resmi Comeback Lewat Film Okultisme Baru Garapan Sutradara Exhuma
-
Muktamar NU Memanas, Begini Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
-
Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang
-
Muktamar NU Diwarnai Ketegangan, Massa Nahdliyin Muda Sampaikan Tuntutan