- Saham Pop Mart anjlok lebih dari 4 persen akibat pelemahan penjualan internasional pada semester I 2026.
- Citi melaporkan adanya hambatan global seperti rantai pasok dan operasional yang memicu penurunan penjualan di luar negeri.
- Citi memangkas target harga saham serta memprediksi pendapatan grup turun 8 persen secara tahunan pada 2026.
Suara.com - Saham Pop Mart terus mengalami penurunan dengan anjlok lebih dari 4 persen. Penurunan ini dikarenakan perusahaan melaporkan kinerja semester I 2026 yang menunjukkan pelemahan penjualan di sejumlah pasar internasional.
Citi menyebut Pop Mart menghadapi sejumlah tantangan dalam ekspansi global, mulai dari pengelolaan persediaan, rantai pasok, pergudangan dan logistik, hingga operasional gerai.
"Perusahaan menghadapi tantangan global yang mencakup pengelolaan persediaan, rantai pasok, pergudangan dan logistik, serta operasional toko," kata Citi dalam analisisnya dilansir dari CNBC International, Minggu (30/8/2026).
Melihat kondisi tersebut, Citi memperkirakan pendapatan Pop Mart secara grup akan turun 8 persen secara tahunan pada 2026. Bank tersebut juga memangkas target harga saham Pop Mart menjadi 198 dolar Hong Kong.
Citi menilai target pertumbuhan pendapatan sebesar 20 persen yang sebelumnya dipatok Pop Mart untuk 2026 kini akan sulit dicapai. Hal itu disebabkan tantangan bisnis yang lebih besar dari perkiraan serta meningkatnya tekanan persaingan.
Mengutip laporan kinerja perusahaan, Pop Mart mencatat pendapatan sebesar 17,17 miliar yuan atau sekitar 2,55 miliar dolar AS pada semester I yang berakhir 30 Juni 2026.
Pendapatan tersebut meningkat 23,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, pertumbuhan pendapatan Pop Mart tidak merata di seluruh wilayah. Penjualan di kawasan Asia Pasifik di luar China turun 9,7 persen secara tahunan, sedangkan pendapatan di pasar Amerika merosot 16,5 persen.
Di sisi lain, pasar China masih menjadi penopang utama kinerja perusahaan. Pendapatan Pop Mart di China melonjak 47,3 persen secara tahunan.
Tekanan di pasar internasional turut menjadi perhatian analis. Citi menilai hasil kinerja Pop Mart berada di bawah ekspektasi, terutama akibat tekanan di pasar luar negeri. Penjualan internasional perusahaan tercatat turun 11 persen secara tahunan.