- Juan Pablo Sorin mengunjungi ikon sejarah Jakarta seperti Monas, Masjid Istiqlal, dan Kota Tua setelah berlaga di ajang Clash of Legends 2026.
- Mantan bek Argentina ini sangat terkesan dengan harmoni beragama di Jakarta serta nilai seni tinggi pada topeng dan wayang tradisional Indonesia.
- Sorin memuji keramahan warga lokal dan menganggap kunjungan perdananya sebagai pengalaman personal yang sangat mendalam di luar lapangan sepak bola.
Suara.com - Legenda hidup Barcelona, Juan Pablo Sorin, menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap kekayaan budaya Indonesia saat menyambangi berbagai situs bersejarah di Jakarta pasca-laga Clash of Legends Jakarta 2026.
Mantan kapten Timnas Argentina tersebut tidak hanya datang untuk bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, melainkan juga secara khusus meminta untuk mengeksplorasi kawasan Kota Tua demi memahami identitas Jakarta.
Kunjungan perdana Juan Pablo Sorin ini menyoroti sisi humanis seorang bintang sepak bola dunia yang terpesona oleh toleransi beragama di Masjid Istiqlal hingga kehangatan tawa anak-anak di lapak kerajinan lokal.
Meskipun baru saja menyelesaikan pertandingan intens melawan DRX Worlds Legends, Sorin memilih untuk tidak langsung beristirahat.
Rasa penasaran yang tinggi membawanya menyusuri jantung ibu kota pada keesokan harinya dengan semangat yang masih menyala.
Petualangan sejarah ini dimulai dengan mengunjungi Monumen Nasional (Monas) yang menjadi ikon utama kota Jakarta.
Pesona Kota Tua dan Filosofi Topeng Tradisional
Langkah Sorin kemudian berlanjut ke area Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang berdiri megah secara berdampingan.
Pemandangan dua rumah ibadah yang harmonis tersebut diakuinya memberikan makna mendalam tentang keberagaman di Indonesia.
Baca Juga: Patrick Kluivert Tak Main di Clash of Legends 2026, Takut Tekanan Suporter GBK?
Bagi Sorin, bangunan tersebut bukan sekadar karya arsitektur, melainkan simbol bahwa keberagaman bisa hidup berdampingan dalam harmoni yang indah.
Setelah dari kawasan religi, legenda sepak bola berusia 49 tahun itu langsung bertolak menuju kawasan bersejarah Kota Tua.
Kecepatannya berjalan melambat saat ia tiba di depan deretan lapak yang memajang berbagai topeng kayu berwarna-warni.
Interaksi Hangat Bersama Warga dan Anak-anak Jakarta
Sorin terlihat sangat teliti memperhatikan tekstur kayu serta ukiran detail pada setiap topeng tradisional tersebut.
Ia pun tidak ragu untuk berdiskusi dengan para perajin lokal guna mendalami filosofi dan makna di balik setiap karya seni yang ada.
Berita Terkait
-
BRI Bagikan Promo Spesial di Momen Clash of Legends Jakarta
-
Ditepikan Barcelona, Legenda Arsenal Intip Peluang Boyong Marcus Rashford?
-
Gaya Belanja Berkelas, Sentuhan Ikonik BRI Debit FC Barcelona
-
Manchester United Ogah Negosiasi, Masa Depan Mascus Rashford Ditentukan INEOS
-
Clash of Legends 2026: Barca Legends Libas DRX World Legends 3-0
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan