-
Fares Ghedjemis berhasil menembus Serie A setelah sempat terpuruk di liga amatir Prancis.
-
Debut impresifnya bersama Timnas Aljazair ditandai dengan gol perdana melawan timnas Guatemala.
-
Ghedjemis menjadi inspirasi bagi pemain muda untuk tetap percaya diri meski menghadapi penolakan.
Dukungan keluarga, terutama sang ayah yang merupakan penggemar fanatik Timnas Aljazair, menjadi motor penggerak mental Ghedjemis. Kenangan menonton perjuangan Aljazair di edisi 2010 dan 2014 menjadi memori kolektif yang menguatkan tekadnya untuk sukses.
“Pada tahun 2010, saya masih cukup muda, tetapi saya masih bisa mengingat sedikit-sedikit. Meski begitu, saya punya banyak kenangan dari tahun 2014. Itu adalah pertandingan yang luar biasa melawan Jerman. Bahkan saat saya membicarakannya sekarang, saya merasa emosional,” kenangnya.
Kini ia berada di ruang ganti yang sama dengan para pemain legendaris yang dulu hanya bisa ia saksikan melalui layar televisi. Nama-nama seperti Aissa Mandi dan Ramy Bensebaini kini menjadi rekan setimnya yang memberikan dukungan penuh di lapangan hijau.
Ghedjemis tidak ingin kesuksesannya hanya dinikmati sendiri, ia ingin perjalanannya menjadi pesan kuat bagi pemain muda lainnya. Ia menekankan bahwa kepercayaan diri adalah senjata paling ampuh ketika dunia luar meragukan kapasitas dan kemampuan seseorang.
“Jika saya bertemu anak muda dalam situasi yang sama dengan saya empat tahun lalu, saya akan menyuruh mereka untuk bertahan, bekerja keras, tetapi yang terpenting, percaya pada diri mereka sendiri 100%. Bahkan jika orang lain menolak untuk percaya pada Anda, mengatakan Anda tidak cukup baik atau belum siap, seperti halnya saya, Anda harus percaya pada diri sendiri. Segalanya mungkin,” tutupnya dengan tegas.
Fares Ghedjemis merupakan pesepak bola kelahiran Montreuil yang mengawali karier dari kompetisi amatir sebelum akhirnya direkrut Frosinone. Kariernya sempat terancam setelah gagal mendapatkan kontrak di Le Havre, namun ia berhasil bangkit melalui kompetisi kasta bawah Prancis.
Saat ini, ia menjadi bagian dari regenerasi skuad Aljazair di bawah asuhan Vladimir Petkovic untuk kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Lewat Duel Sengit, Kudus Melaju ke Final Usai Taklukkan Surabaya
-
Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya
-
Iran di Ujung Tanduk! Ini Skenario Team Melli Lolos atau Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Rudi Garcia Puji Peran Pemain Senior Usai Belgia Tekuk Selandia Baru 5-1
-
Kecewa Indonesia Tak ke Piala Dunia 2026, Van der Sar Kagum Suporter MU Cilik Tanah Air
-
Pelatih Norwegia Akui Kehebatan Ousmane Dembele: Sentuhan Bolanya Begitu Sempurna