- I.League mengumumkan 17 dari 18 klub Super League musim 2025-2026 resmi memperoleh lisensi nasional secara resmi di Jakarta.
- PSBS Biak menjadi satu-satunya tim yang gagal memenuhi syarat kategori wajib lisensi nasional dalam proses verifikasi administratif.
- Pihak operator memberikan kesempatan banding bagi PSBS Biak guna menghindari sanksi administratif berupa pengurangan poin pada musim depan.
Suara.com - Operator kompetisi sepak bola nasional, I.League, resmi merilis hasil penilaian lisensi klub untuk peserta BRI Super League musim 2025-2026.
Dari 18 klub yang mengikuti proses verifikasi administrasi dan regulasi tersebut, hanya satu tim yang gagal memperoleh status lisensi nasional.
Klub yang tidak berhasil memenuhi standar lisensi adalah PSBS Biak.
Tim asal Papua itu menjadi satu-satunya peserta Super League yang tidak mendapatkan status granted dalam proses club licensing musim ini.
Situasi tersebut menambah tekanan bagi PSBS Biak yang sebelumnya sudah dipastikan turun kasta dari kompetisi Super League musim depan.
Setelah terdegradasi, klub berjuluk Badai Pasifik kini juga harus menghadapi persoalan administratif yang berpotensi berdampak pada musim berikutnya.
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa sebagian besar klub mampu memenuhi regulasi yang telah ditentukan operator kompetisi. Namun, PSBS Biak dinilai belum melengkapi sejumlah persyaratan penting dalam kategori wajib.
“Dari 18 klub BRI Super League musim 2025/2026, ada 17 klub yang mendapatkan granted untuk national licensing," kata Asep dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
"Satu klub tidak lolos karena gagal memenuhi beberapa poin kategori A yang wajib dipenuhi, yaitu PSBS Biak,”
Baca Juga: Rizky Ridho Akui Musim Ini Persija Jauh dari Harapan
Menurut Asep, kegagalan memenuhi syarat lisensi bisa berujung pada sanksi administratif untuk kompetisi musim berikutnya.
Salah satu hukuman yang berpotensi diterima PSBS Biak adalah pengurangan poin.
“Ada konsekuensi berupa sanksi pengurangan poin. Keputusan itu sudah ada, tetapi tetap tersedia fase banding bagi klub,” kata Asep.
Meski begitu, operator kompetisi masih memberikan kesempatan kepada PSBS Biak untuk mengajukan banding.
Klub masih dapat melengkapi dokumen maupun memperbaiki syarat yang dianggap belum sesuai standar licensing.
Musim 2025-2026 memang berjalan sulit bagi PSBS Biak. Tidak hanya menghadapi tekanan di lapangan, klub juga dibayangi berbagai persoalan internal sepanjang musim berlangsung.
Berita Terkait
-
Rizky Ridho Akui Musim Ini Persija Jauh dari Harapan
-
Fabio Lefundes Simpan Rahasia Taktik Borneo FC dalam Persaingan Juara BRI Super League
-
Persija Kalah dari Persib, The Jakmania Lontarkan Kritik Keras ke Skuad Mauricio Souza
-
Kegagalan Persija Juara, Jakmania Tuntut Prapanca dan Bambang Pamungkas Segera Mundur Sekarang
-
Shin Tae-yong Belum Kapok, Siap Terima Tawaran Melatih di Indonesia
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci