- Barcelona kalah 0-1 dari Deportivo Alaves di Estadio de Mendizorroza pada hari Kamis dalam lanjutan Liga Spanyol.
- Kekalahan tersebut menghentikan rekor 11 kemenangan beruntun Barcelona dan menggagalkan target tim meraih 100 poin musim ini.
- Pelatih Hansi Flick melakukan delapan perubahan pemain namun tetap memberikan apresiasi terhadap penampilan para pemain muda Blaugrana.
Suara.com - Pelatih Barcelona Hansi Flick mengaku kecewa gagal membawa timnya mencapai 100 poin di Liga Spanyol musim ini setelah takluk 0-1 dari Deportivo Alaves di Estadio de Mendizorroza, Kamis.
“Ya, saya kecewa. Tetapi kami harus menerimanya. Saya tetap melihat banyak hal positif dari tim ini,” kata Flick yang dilansir beIN Sports usai pertandingan.
Meski demikian, pelatih asal Jerman itu tetap puas melihat penampilan para pemain muda Blaugrana dalam laga tersebut.
“Kami ingin memberi menit bermain kepada pemain yang jarang tampil. Pada babak pertama kami mengendalikan permainan, tetapi ini bukan laga yang mudah," imbuhnya.
Barcelona datang ke markas Deportivo Alaves dengan modal gelar juara Liga Spanyol yang sudah dipastikan usai kemenangan atas Real Madrid di El Clasico pekan lalu.
Namun, Blaugrana gagal melanjutkan tren positif setelah gol Ibrahim Diabate pada masa injury time babak pertama menjadi penentu kemenangan tuan rumah.
Dalam pertandingan tersebut, Flick melakukan delapan perubahan susunan pemain dibanding laga penentuan gelar melawan Real Madrid. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri rentetan 11 kemenangan beruntun Barcelona di kompetisi domestik.
Hasil itu membuat Barcelona dipastikan gagal mencapai 100 poin musim ini. Blaugrana maksimal hanya mampu mengoleksi 97 poin hingga akhir musim.
Sepanjang sejarah LaLiga, hanya Real Madrid musim 2011/2012 dan Barcelona musim berikutnya yang mampu menembus angka 100 poin dalam satu musim.
Baca Juga: Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona, Israel Murka
Selain itu, Flick juga gagal menyamai catatan Pep Guardiola, Frank Rijkaard, dan Luis Enrique sebagai pelatih Barcelona yang mampu mencatat minimal 12 kemenangan beruntun di Liga Spanyol.
Barcelona akan menjalani dua laga terakhir musim ini dengan menghadapi Real Betis di kandang pada akhir pekan sebelum bertandang ke markas Valencia pada 24 Mei 2026.
(Antara)
Berita Terkait
-
Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona, Israel Murka
-
Al Hilal Siapkan Tawaran Fantastis untuk Robert Lewandowski
-
Tidak Terima, Alvaro Arbeloa Menolak Real Madrid Disebut Ada di Titik Terendah
-
Florentino Perez Siap Bajak Bintang Dunia Meski Real Madrid Hancur Tanpa Gelar, Singgung Ronaldo
-
Belum Puas Juara, Hansi Flick Targetkan Barcelona Raih 100 Poin
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Catatan Kriminal Kaishu Sano Perobek Gawang Brasil: Pelaku Penyerangan Seksual
-
Kanada Bukan Sekadar Tuan Rumah! Jesse Marsch Sebut Anak Asuhnya Pahlawan Negara
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Kilas Balik: Dulu Jepang Dibantai Tan Liong Houw Dkk Kini Hajar Brasil
-
Jepang Kejutkan Brasil! Gol Indah Kaishu Sano Bawa Samurai Biru Unggul
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina