- Chelsea dan Manchester City akan bertanding dalam final Piala FA di Stadion Wembley pada Sabtu, 16 Mei 2026.
- Manchester City lebih diunggulkan karena dominasi mereka atas Chelsea dalam tiga belas pertemuan terakhir tanpa pernah mengalami kekalahan.
- Kedua tim berupaya memenangkan trofi ini untuk meraih gelar domestik serta memperbaiki performa mereka di kompetisi sepak bola Inggris.
Suara.com - Final Piala FA 2026 akan mempertemukan dua raksasa Inggris, Chelsea vs Manchester City di Stadion Wembley, Sabtu (16/5) waktu setempat.
Laga ini diprediksi berlangsung panas karena bukan hanya trofi yang dipertaruhkan, tetapi juga gengsi, rekor, hingga masa depan sejumlah pemain bintang.
Manchester City datang dengan status favorit berkat dominasi mereka atas Chelsea dalam beberapa tahun terakhir. Sementara The Blues mencoba mengakhiri tren buruk sekaligus menyelamatkan musim yang penuh tekanan.
Berikut tujuh faktor penting yang bisa menentukan siapa juara Piala FA musim ini.
1. Manchester City Terlalu Dominan atas Chelsea
Chelsea terakhir kali mengalahkan Manchester City terjadi pada final Liga Champions 2021.
Sejak saat itu, tim asuhan Pep Guardiola tidak pernah kalah dalam 13 pertemuan melawan The Blues dengan catatan 10 kemenangan dan tiga imbang.
Selama periode tersebut, City mencetak 25 gol dan hanya kebobolan tujuh kali.
Situasi ini menjadi tekanan besar bagi Chelsea yang terus berganti pelatih dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga: Here We Go! Usai Final Piala FA, Chelsea Umumkan Xabi Alonso sebagai Pelatih Baru?
2. Guardiola Bidik Rekor Bersejarah
Manchester City berpeluang meraih dua gelar domestik sekaligus musim ini setelah sebelumnya menjuarai Piala Liga Inggris.
Jika berhasil mengangkat Piala FA, City akan menyamai pencapaian Arsenal, Liverpool, dan Chelsea yang pernah meraih domestic double.
Bagi Guardiola, trofi ini juga bisa mengantarnya masuk daftar elite pelatih tersukses di kompetisi domestik Inggris.
Pep berpeluang menjadi manajer kedua setelah Sir Alex Ferguson yang memenangkan Piala FA dan Piala Liga masing-masing minimal tiga kali.
3. Chelsea Datang dengan Performa Buruk
Berita Terkait
-
Here We Go! Usai Final Piala FA, Chelsea Umumkan Xabi Alonso sebagai Pelatih Baru?
-
Prediksi Final Piala FA Chelsea vs Man City: Misi Berat The Blues, The Citizens di Atas Angin
-
Final Piala FA Chelsea vs Man City: Psy War Ala Guardiola Bikin McFarlane Ciut Nyali
-
Anak Emile Heskey Jadi Pahlawan Manchester City saat Juarai FA Youth Cup
-
Barcelona Bidik Joao Pedro sebagai Pengganti Robert Lewandowski
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara