Bola / Liga Inggris
Senin, 18 Mei 2026 | 14:20 WIB
Pep Guardiola menuntut punggawa Man City membuang keangkuhan demi mempertahankan konsistensi berburu gelar juara. (X)
Baca 10 detik
  • Pep Guardiola memperingatkan pemain Manchester City agar tidak jemawa setelah memenangkan dua trofi.

  • Perayaan gelar juara FA Cup dihentikan demi menjaga fokus menghadapi laga kontra Bournemouth.

  • Manajemen mental menjadi kunci utama Manchester City dalam mempertahankan konsistensi di Premier League.

Suara.com - Keberhasilan merengkuh dua piala domestik tidak membuat manajemen teknis Manchester City melonggarkan standar disiplin mereka. Manajer tim secara terbuka memperingatkan anak asuhnya agar tidak terjebak dalam rasa bangga yang berlebihan.

Dominasi instan seringkali menjadi bumerang yang menghancurkan fokus pemburuan gelar utama di kompetisi liga. Ancaman kepuasan diri ini dinilai lebih berbahaya daripada tekanan jadwal pertandingan yang padat.

Raihan trofi terbaru di Wembley dipandang bukan sebagai akhir, melainkan ujian kematangan mental yang sesungguhnya. Pasukan Manchester biru dipaksa segera membumi demi menjaga peluang mencetak sejarah baru.

Pep Guardiola tegaskan Manchester City siap jaga asa juara meski Arsenal unggul poin. Ia sebut City akan terus mengintai dan siap kudeta puncak klasemen jika rival terpeleset. [Dok. IG Manchester City]

“Hal paling penting adalah trofi itu baik dan Anda tahu apa yang dibutuhkan untuk bersaing dan menang serta merasakan pengalaman itu, tetapi jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang pasti,” kata Guardiola.

“Anda mulai percaya bahwa Anda spesial, lalu Anda berpikir akan begitu saja memenangkan FA Cup.”

Kehilangan rasa lapar akan kemenangan disebut sebagai awal dari kemunduran performa sebuah tim besar. Sejarah mencatat banyak klub tumbang justru setelah mereka merasa berada di atas angin.

Manchester City saat mengalahkan Southampton. (Instagram/@mancity)

“Kami tidak spesial. Saat kami mulai berpikir seperti itu, kami tidak akan berada di posisi ini. Selama bertahun-tahun, kami memahami betapa sulitnya hanya untuk mencapai tahap ini dan kemudian memenangkannya.”

Oleh karena itu, euforia perayaan di kamar ganti langsung dihentikan demi persiapan laga selanjutnya. Fokus dialihkan sepenuhnya pada strategi menghadapi tantangan di markas Bournemouth awal pekan ini.

Pertandingan tandang tersebut menjadi krusial dalam menentukan arah perolehan poin di papan atas. Keunggulan mental dari kemenangan terakhir diharapkan menjadi modal utama untuk meredam agresivitas lawan.

Baca Juga: Eks Man United Tuding Enzo Fernandez Biang Kerok Kegagalan Chelsea di Final Piala FA

Faktor kelelahan fisik disiasati dengan pendekatan psikologis yang menuntut komitmen total para pemain. Pemulihan stamina yang cepat menjadi kunci utama dalam menghadapi jadwal padat kompetisi.

“Kelelahannya akan tetap sama, tetapi energinya akan berbeda. Bertandang ke Bournemouth setelah kalah di final tentu akan lebih sulit," lanjut Guardiola

"Saya bilang kepada para pemain untuk mandi, pulang ke rumah, lalu kami akan pergi ke Bournemouth pada Senin.”

Manchester City sebelumnya sukses mengamankan trofi FA Cup setelah menumbangkan Chelsea lewat laga ketat. Beberapa bulan sebelumnya, mereka juga berhasil membawa pulang piala Carabao Cup usai mengatasi perlawanan Arsenal.

Kini fokus utama beralih pada persaingan ketat perebutan takhta Premier League yang melibatkan rivalitas sengit. Konsistensi di sisa laga akan menjadi penentu utama siapa yang berhak mengangkat piala di akhir musim.

Load More