Bola / Bola Dunia
Selasa, 19 Mei 2026 | 11:09 WIB
Timnas Iran (FIFA)
Baca 10 detik
  • Kota Tucson, Arizona, resmi ditetapkan sebagai markas tim nasional Iran selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung.
  • Kedatangan tim Iran memicu beragam respons dari warga lokal terkait pemisahan antara aspek olahraga dan politik.
  • Potensi pertemuan Amerika Serikat melawan Iran di babak gugur menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan masalah keamanan pertandingan.

Suara.com - Kota Tucson, Arizona, akan menjadi markas Timnas Iran selama Piala Dunia 2026. Di kota gurun bersuhu ekstrem itu, warga memiliki pandangan beragam soal kedatangan Team Melli, julukan Timnas Iran.

Sebagian warga mendukung penuh kehadiran Iran dan meminta olahraga dipisahkan dari politik.

Namun sebagian lainnya menilai tim nasional Iran tetap tidak bisa dilepaskan dari bayang-bayang rezim.

Pendukung Partai Republik sekaligus pendukung Donald Trump, Jay Rollo, mengatakan dirinya tetap menyambut kedatangan para pemain Iran meski mendukung sikap keras Washington terhadap Tehran.

“Saya tidak berpikir olahraga harus dicampur dengan politik. Semoga mereka datang ke sini, kalah, lalu diizinkan tetap tinggal,” ujar Rollo seperti dilansir dari The Sun.

Pemerintah Iran menggelar acara pelepasan resmi untuk tim nasional sepak bola mereka jelang tampil di Piala Dunia 2026. [Istimewa]

Pandangan serupa datang dari warga Tucson lain, Daniel Jones. Menurutnya, sepak bola justru harus menjadi alat pemersatu di tengah konflik global.

“Anda tidak seharusnya berperang di lapangan sepak bola. Tidak ada cara yang lebih baik menyatukan negara selain lewat olahraga,” katanya.

Namun tidak semua warga bersikap hangat. Ali Rezaei, warga keturunan Iran yang tinggal di Tucson, mengaku sulit mendukung Team Melli karena menganggap tim nasional Iran identik dengan pemerintah negaranya.

“Kalau ada demonstrasi menentang mereka, mungkin saya akan ikut,” ujar pria 68 tahun itu.

Baca Juga: Saya Belum Berani Sentuh Bola! Lamine Yamal Bikin Spanyol Panik Jelang Piala Dunia 2026

Situasi semakin sensitif karena Amerika Serikat dan Iran berpotensi bertemu langsung di babak gugur Piala Dunia 2026.

Jika sama-sama finis sebagai runner-up grup, kedua negara dijadwalkan bentrok di babak 32 besar pada 3 Juli di Arlington, Texas.

Potensi duel tersebut langsung memunculkan kekhawatiran soal keamanan.

Warga Tucson, Devyn Oehring, berharap pertandingan berjalan damai tanpa kerusuhan.

“Itu akan jadi sesuatu yang luar biasa. Semoga tidak ada kerusuhan atau hal buruk lainnya,” katanya.

Meski hubungan diplomatik kedua negara sangat tegang, FIFA tetap memastikan Iran tampil di Piala Dunia 2026.

Load More