- Timnas Indonesia menang 3-0 atas Oman dalam laga FIFA Match Day di SUGBK, Jakarta, pada hari Jumat lalu.
- Kemenangan tersebut mengakhiri catatan buruk Indonesia yang tidak pernah mengalahkan Oman selama kurun waktu 38 tahun terakhir.
- Pelatih John Herdman menginstruksikan pemain tetap rendah hati demi fokus menghadapi laga persahabatan melawan Mozambik hari Selasa mendatang.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta para pemainnya untuk tidak larut dalam euforia kemenangan setelah mengalahkan Oman dengan skor 3-0 pada laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat.
Kemenangan tersebut menjadi yang kedua bagi Herdman bersama skuad Garuda. Hasil itu juga mengakhiri catatan panjang Indonesia yang tidak pernah menang atas Oman selama 38 tahun.
"Kami harus tetap rendah hati. Seperti yang dikatakan Emil (Audero), besok kami harus melupakan kemenangan ini dan fokus pada pertandingan berikutnya," kata Herdman pada jumpa pers pascapertandingan di SUGBK, Jumat.
Timnas Indonesia selanjutnya akan menghadapi Mozambik dalam laga persahabatan yang digelar di stadion yang sama pada Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB.
Menurut Herdman, timnya harus terus memburu kemenangan untuk menjaga tren positif sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di peringkat FIFA.
Pelatih asal Inggris itu mengakui penampilan anak asuhnya belum sepenuhnya sempurna. Meski demikian, ia menilai Indonesia mampu mengendalikan jalannya pertandingan saat menghadapi Oman.
Herdman juga melihat adanya perkembangan dalam permainan tim dibandingkan ketika Indonesia menelan kekalahan 0-1 dari Bulgaria pada Maret lalu.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Emil Audero yang berhasil menggagalkan tendangan penalti Oman pada akhir babak pertama. Menurutnya, momen tersebut sangat penting dalam menjaga momentum permainan Indonesia.
"Kami akan terus berkembang, terus berusaha, dan berharap para suporter terus datang mendukung pertandingan kami pada hari Selasa nanti. Semoga jumlahnya lebih banyak lagi," kata pelatih asal Inggris itu.
Baca Juga: Pelatih Oman Kena 'Prank' Timnas Indonesia, Peringkat Tidak Sesuai Kualitas
Herdman berharap tim Garuda dapat mempertahankan aspek positif yang ditunjukkan saat menghadapi Oman sekaligus membenahi sejumlah kekurangan yang masih terlihat dalam permainan tim.
"Kami melihat hal-hal yang bagus, tetapi kami juga melihat area-area yang harus diperbaiki," kata dia, seraya mengatakan masih banyak yang perlu ditingkatkan oleh timnya.
(Antara)
Berita Terkait
-
Pelatih Oman Kena 'Prank' Timnas Indonesia, Peringkat Tidak Sesuai Kualitas
-
Penantian Panjang, Timnas Indonesia Butuh Waktu 38 Tahun untuk Kembali Kalahkan Oman
-
Hasil Timnas Indonesia vs Oman: Garuda Menang Telak!
-
Hasil Timnas Indonesia vs Oman di Babak I: Garuda Unggul 2-0 Lewat Gol Hubner dan Ole Romeny
-
Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan