- Timnas Iran disambut meriah suporter di Tijuana sebelum bertolak menuju Los Angeles menghadapi Selandia Baru di Piala Dunia.
- Skuad Iran menjalani logistik unik lintas negara akibat hambatan visa dan konflik diplomatik yang sedang berlangsung saat ini.
- Presiden Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata di tengah perjuangan tim meraih kemenangan bagi rakyat Iran melalui ajang sepak bola.
Suara.com - Timnas Iran mendapat sambutan luar biasa saat meninggalkan Tijuana, Meksiko, menuju Los Angeles untuk laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru.
Ratusan suporter memadati area hotel, mengibarkan bendera dan meneriakkan dukungan penuh semangat.
Bahkan, ada sebuah spanduk bertuliskan, “Iran, kamu tidak akan berjalan sendiri. Meksiko bersama kalian,”
Dukungan tersebut muncul di tengah situasi sulit yang dihadapi Iran terkait pembatasan masuk ke Amerika Serikat.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah tim Piala Dunia harus menjalani logistik lintas negara akibat konflik yang sedang berlangsung.
Iran menjadikan Tijuana sebagai basis utama karena kedekatannya dengan perbatasan AS.
Tim hanya masuk ke wilayah Amerika menjelang pertandingan, sebelum kembali lagi ke Meksiko setelah laga selesai.
Perjalanan dari Tijuana ke Los Angeles hanya memakan waktu sekitar 20 menit dengan pesawat.
Setibanya di Bandara Internasional Los Angeles, bus khusus telah menunggu untuk membawa skuad menuju hotel yang berjarak sekitar 15 menit dari stadion.
Baca Juga: Gagal Menang Lawan Jepang, Belanda Tetap Catat Rekor Apik di Piala Dunia
Situasi ini juga diwarnai kabar diplomatik.
Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang membuka kembali jalur strategis global, memberi sedikit harapan di tengah ketegangan.
Di sisi lain, masalah visa masih membayangi.
Dari 15 permohonan, baru empat anggota delegasi yang mendapatkan izin masuk, sementara sisanya masih tertahan akibat kebijakan yang berlaku.
Striker andalan Iran, Mehdi Taremi, menyuarakan kekecewaannya terhadap situasi yang dihadapi tim.
“Sepak bola seharusnya tentang persahabatan dan persatuan, tapi saat ini terasa ada ketegangan,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Gagal Menang Lawan Jepang, Belanda Tetap Catat Rekor Apik di Piala Dunia
-
Saingi Arsenal, Chelsea Ikut Ramaikan Perburuan Bintang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi
-
Luis de la Fuente Komentari Isu Kepindahan Marc Cucurella ke Real Madrid
-
Martin Odegaard Pastikan Kondisinya Fit Jelang Lawan Irak di Piala Dunia 2026
-
4 Pemain Australia yang Menang Lawan Turki Pernah Rasakan Kekalahan dari Timnas Indonesia U-23
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan
-
Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027
-
Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!
-
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah
-
Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan
-
Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan
-
Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah
-
Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan