- Gelandang Hanif Sjahbandi memotivasi peserta usia dini dalam SIMPATI Future Star Competition 2026 di Ciledug pada 13-14 Juni 2026.
- Kompetisi ini menjadi wadah pembinaan bagi 16 akademi sepak bola untuk mengasah teknik, disiplin, dan mentalitas juara pemain.
- RSoccer Training Camp keluar sebagai juara setelah mengalahkan All Star United dengan skor 4-1 dalam laga final tersebut.
Suara.com - Gelandang profesional Hanif Sjahbandi menekankan pentingnya wadah kompetisi yang berkualitas bagi talenta muda untuk mewujudkan mimpi sebagai pesepak bola masa depan Indonesia.
Kehadiran bintang lapangan hijau ini menjadi magnet utama dalam gelaran final SIMPATI Future Star Competition 2026 yang berlangsung di DM Sport, Ciledug, pada 13-14 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan resep krusial bagi para pemain kategori U-15 agar tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas dan karakter juara.
Pesan Motivasi dan Disiplin dari Hanif Sjahbandi
Para peserta yang berasal dari 16 akademi dan sekolah sepak bola mendapatkan kesempatan langka untuk mendengar langsung pengalaman Hanif selama berkarier di level tertinggi.
Bagi pemain yang kini membela klub kasta utama tersebut, kompetisi usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun jembatan menuju karier profesional yang berkelanjutan.
"Kompetisi seperti ini memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembinaan pemain muda. Karena itu, saya mengapresiasi SIMPATI yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi ini," ucap Hanif Sjahbandi.
Menurutnya, ketersediaan wadah positif akan memberikan peluang besar bagi anak-anak Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan publik.
"Semakin banyak wadah positif yang tersedia bagi para pemain muda, semakin besar pula kesempatan mereka untuk berkembang, menunjukkan kemampuan terbaik, dan mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional," tambah Hanif Sjahbandi.
Baca Juga: PSSI Lanjutkan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pemain Ini Diprediksi Datang!
Hanif juga secara khusus menitipkan pesan agar para pemain muda tidak merasa cepat puas dan selalu menikmati setiap tahap perkembangan yang mereka lalui.
Konsistensi Jadi Kunci Mimpi Besar
Disiplin dan semangat pantang menyerah menjadi dua poin utama yang ditekankan Hanif dalam sesi bincang-bincang bersama para calon bintang masa depan tersebut.
"Untuk adik-adik yang berpartisipasi hari ini, teruslah berlatih, disiplin, dan nikmati setiap proses yang dijalani," ujar Hanif Sjahbandi memberikan motivasi.
Ia mendorong para peserta untuk berani menetapkan target setinggi mungkin dalam perjalanan karier sepak bola mereka sejak usia dini.
"Jangan takut untuk bermimpi besar, karena setiap pencapaian besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten," tutup Hanif Sjahbandi.
Berita Terkait
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi
-
Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia
-
Resmi Debut di Piala Dunia, Tijjani Reijnders Kenang Momen Didekati Timnas Indonesia
-
Rumor Panas FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Bantah Kabar Ikut Serta di Indonesia
-
4 Pemain Australia yang Menang Lawan Turki Pernah Rasakan Kekalahan dari Timnas Indonesia U-23
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga