- Jurnalis Belanda Sam van Raalte menyoroti politisasi sepak bola Indonesia dalam bukunya berjudul De Voetbalrepubliek yang terbit 2026.
- Sam mengkritik politikus yang memanfaatkan fanatisme suporter Indonesia demi meningkatkan citra diri dan keuntungan elektoral di daerah.
- Ia juga mengungkapkan kekaguman terhadap gairah suporter, namun mengkhawatirkan buruknya manajemen keamanan stadion pascatragedi Kanjuruhan tahun 2022.
"Bagi banyak orang, ini adalah pelampiasan terpenting mereka," jelas Sam van Raalte.
Keramahtamahan kolektif masyarakat Indonesia juga membuatnya merasa sangat diterima, bahkan saat ia berada di tengah kelompok suporter yang paling fanatik sekalipun.
Tragedi Kanjuruhan dan Rasa Takut
Namun, keramahan tersebut tidak menjadi jaminan keamanan, terutama saat Sam menyinggung masalah pengendalian massa yang sering kali berujung petaka.
Ia teringat kembali pada tragedi Kanjuruhan tahun 2022 ketika 135 orang kehilangan nyawa di dalam stadion akibat manajemen kerumunan yang buruk.
Sam sendiri pernah merasakan ketakutan nyata saat ikut merayakan gelar juara di Bandung, ketika flare dan kembang api membuat suasana menjadi sangat kacau.
"Saat itu menjadi terlalu sesak bagi saya, saya benar-benar mulai merasa sesak dan akhirnya pergi ke tempat yang lebih tenang," ungkap Sam van Raalte.
Selain masalah keamanan, ia juga menyoroti bagaimana gubernur lokal sering kali ikut campur di level klub demi mendapatkan keuntungan elektoral di daerah mereka masing-masing.
Keterikatan antara kekuasaan dan lapangan hijau ini dianggap sebagai pola lama yang sudah mendarah daging sejak era nasionalisme pada 1930-an.
Baca Juga: Rumor Panas FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Bantah Kabar Ikut Serta di Indonesia
Menemukan Potongan Puzzle yang Hilang
Di luar urusan sepak bola, perjalanan ini menjadi sangat personal bagi Sam yang memiliki darah keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya.
Ia sempat berbincang dengan Mees Hilgers, bek Timnas Indonesia yang juga besar di Belanda, mengenai bagaimana rasanya tetap terhubung dengan akar budaya Indonesia.
Sam mengaku bahwa selama ini ia merasa ada potongan puzzle yang hilang dalam identitasnya karena minimnya informasi tentang asal-usul keluarganya.
Setelah melakukan perjalanan panjang menyisir pulau-pulau di Indonesia, ia merasa lebih memahami pengorbanan yang dilakukan nenek moyangnya saat pindah ke Belanda pada 1950-an.
"Saya sekarang memiliki pemahaman yang jauh lebih besar tentang seberapa besar langkah itu bagi mereka," kata Sam van Raalte.
Kini, melalui sepak bola, ia tidak hanya menemukan jiwa dari sebuah bangsa, tetapi juga menemukan kedamaian dengan warisan budayanya sendiri.
Berita Terkait
-
Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?
-
Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi
-
Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia
-
Resmi Debut di Piala Dunia, Tijjani Reijnders Kenang Momen Didekati Timnas Indonesia
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026
-
Patut Ditiru! Cara Hajime Moriyasu Motivasi Pemain Jepang Usai Imbang Lawan Belanda