- Rafael van der Vaart meminta maaf usai melontarkan komentar kontroversial saat bertugas menjadi pundit di NOS TV, Minggu (14/6/2026).
- Komentar tersebut disampaikan saat menganalisis pertandingan Piala Dunia 2026 antara tim nasional Belanda melawan tim nasional Jepang.
- Van der Vaart menyatakan penyesalan serta menegaskan bahwa tidak ada niat rasis atau diskriminatif dalam pernyataan yang disampaikannya tersebut.
Suara.com - Mantan pemain Timnas Belanda, Rafael van der Vaart, menyampaikan permintaan maaf setelah komentarnya mengenai pemain Jepang saat siaran langsung Piala Dunia 2026 menuai kritik.
Van der Vaart yang kini berkarier sebagai pundit sepak bola bertugas memberikan analisis untuk stasiun televisi Belanda, NOS TV, saat Belanda menghadapi Jepang pada laga pembuka Piala Dunia, Minggu (14/6/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Jepang berhasil mencuri satu poin setelah Daichi Kamada mencetak gol penyeimbang pada menit ke-88 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok.
Ketika membahas gol tersebut, Van der Vaart sempat melontarkan candaan yang kemudian dianggap sebagian pihak tidak pantas.
Setelah gelombang kritik bermunculan, mantan gelandang Real Madrid dan Tottenham Hotspur itu akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.
"Saya memahami bahwa beberapa orang menganggap kata-kata saya menyakitkan. Saya sungguh menyesalkan hal itu. Jika ada orang yang tersinggung karena pernyataan tersebut, saya meminta maaf. Itu sama sekali bukan niat saya," kata Van der Vaart dilansir dari Tribal Football.
"Saya menanggapi reaksi yang muncul dengan serius dan memahami bahwa kata-kata bisa ditafsirkan secara berbeda. Oleh karena itu, saya merasa penting untuk menjelaskan bahwa tidak ada niat rasis atau diskriminatif di balik pernyataan saya," lanjutnya.
"Saya berharap penjelasan ini dapat memberikan kejelasan mengenai niat saya dan konteks saat komentar itu disampaikan," tuturnya menambahkan.
Meski telah meminta maaf, Van der Vaart tidak menjelaskan secara rinci maksud sebenarnya dari komentar yang ia lontarkan selama siaran tersebut.
Baca Juga: Dicap Egois, Statistik Cristiano Ronaldo Jeblok di Laga Portugal vs DR Kongo
Kontroversi ini menjadi salah satu perbincangan hangat di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, terutama terkait sensitivitas komentar publik yang disampaikan oleh figur sepak bola di media massa.
Berita Terkait
-
Dicap Egois, Statistik Cristiano Ronaldo Jeblok di Laga Portugal vs DR Kongo
-
Drone Asing Muncul di Sesi latihan Tertutup Korea Selatan, Hong Myung-bo: Cukup Disayangkan
-
Jordan Ayew Pimpin Ghana Hadapi Panama, Intip Susunan Pemain Kedua Tim
-
Erling Haaland Syukuri Debut Piala Dunia 2026: Rasanya Luar Biasa!
-
Petar Musa, Eks Rekan Maarten Paes yang Bobol Gawang Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata
-
Promo Tiket Bioskop CInepolis, Khusus Nasabah BRI
-
Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta
-
Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar
-
Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan