-
Australia wajib tampil lebih baik demi meredam agresivitas tuan rumah Amerika Serikat di Piala Dunia.
-
Pemenang laga ini berpeluang besar langsung mengunci status juara Grup D.
-
Pelatih Tony Popovic optimistis skuad Socceroos saat ini jauh lebih berkembang.
Suara.com - Timnas Australia membidik kemenangan krusial melawan Amerika Serikat demi mengamankan posisi puncak Grup D Piala Dunia. Duel sengit ini menjanjikan pertarungan taktik tingkat tinggi antara kedua tim yang sama-sama mengemas poin penuh di laga perdana.
Pelatih Socceroos, Tony Popovic, menegaskan bahwa armada asuhannya harus tampil jauh lebih impresif dibanding laga sebelumnya. Mereka menyadari betul bahwa status tuan rumah yang menyelimuti lawan akan melipatgandakan atmosfer tekanan di lapangan.
Kemenangan meyakinkan dua gol tanpa balas atas Turki menjadi modal berharga bagi Harry Souttar dan kolega. Hasil tersebut menempatkan Australia di jajaran atas klasemen sementara bersama sang rival dari Negeri Paman Sam.
Jika mampu menjinakkan Amerika Serikat sementara Paraguay gagal menundukkan Turki, posisi juara grup dipastikan jatuh ke tangan Socceroos. Namun, misi tersebut diprediksi tidak akan berjalan dengan mudah bagi lini pertahanan Australia.
Pasukan Mauricio Pochettino datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menggilas Paraguay lewat skor telak 4-1. Popovic memahami betul bahwa karakter permainan lawan kali ini akan jauh lebih meledak-ledak.
"Ini tantangan yang berbeda," kata Popovic, dikutip dari ESPN, Jumat (19/6/2026).
"[Mereka adalah] tim yang berbeda. Turki memiliki gaya yang lebih Eropa dalam hal pembangunan serangan teknis mereka, pembangunan serangan yang lebih lambat, penguasaan bola yang fantastis. Saya pikir tim Amerika Serikat memiliki perpaduan yang baik dari keduanya. [Mereka] sangat kuat, sangat atletis, jadi kami tahu ini akan menjadi jenis tantangan yang berbeda."
"Bermain melawan negara tuan rumah di sini juga merupakan tantangan yang luar biasa, tetapi juga peluang yang luar biasa bagi kami, dan kami tahu bahwa kami harus tampil lebih baik daripada saat melawan Turki untuk mendapatkan hasil yang kami inginkan."
Tim kepelatihan Australia telah memetakan sejumlah strategi khusus untuk meredam daya ledak lini serang tuan rumah. Kecepatan transisi menjadi fokus utama yang diasah dalam beberapa sesi latihan terakhir.
Baca Juga: Pelatih Spanyol Kesal Rodri Dikritik: Sangat Menghina Saya, Dia Pemain Terbaik Dunia!
"Kami melatih beberapa area berbeda dan cara yang kami yakini dapat mengelola tim AS saat mereka menyerang. Tentu saja, ini akan menjadi tantangan yang sulit, tetapi tantangan yang telah kami persiapkan dengan baik, dan kami datang dengan percaya diri, serta kami memiliki keyakinan sendiri bahwa kami juga dapat menyulitkan mereka," ujar Popovic menambahkan.
Skema serangan balik cepat Australia yang dihuni pemain lincah seperti Mohamed Toure berpotensi merepotkan musuh.
Kelengahan lini belakang Amerika Serikat saat menekan bisa menjadi celah fatal yang siap dieksploitasi.
Folarin Balogun diproyeksikan kembali menjadi ujung tombak andalan tuan rumah setelah mengemas dua gol pada laga pembuka. Sebaliknya, kubu Australia berada dalam kondisi bugar tanpa ada kendala cedera pemain.
Kapten Australia, Harry Souttar, mengingatkan rekan-rekannya untuk langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Antisipasi permainan cepat lawan menjadi kunci untuk mengontrol jalannya pertandingan.
"Kami tahu bahwa mereka akan, mereka akan memulai dengan tajam, mereka akan memulai dengan cepat, persis seperti yang mereka lakukan di pertandingan pembuka mereka," kata kapten Socceroos Harry Souttar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis