- Timnas Jepang mengalahkan Tunisia dengan skor 4-0 pada laga ke-1000 Piala Dunia 2026, Minggu (21/6).
- Kemenangan tersebut mencatatkan rekor produktivitas gol terbanyak bagi tim asal Asia dalam satu pertandingan Piala Dunia.
- Jepang menorehkan sejarah baru dengan empat laga beruntun tanpa kekalahan serta dominasi statistik yang sangat impresif.
Suara.com - Timnas Jepang tampil luar biasa dengan membantai Tunisia 4-0 pada laga fase grup Piala Dunia 2026, Minggu (21/6).
Pertandingan ini sekaligus menjadi laga ke-1000 dalam sejarah Piala Dunia 2026.
Jepang menunjukkan permainan kolektif yang solid dengan serangan cepat dan efektif.
Gol kemenangan dicetak oleh Daichi Kamada, Ayase Ueda (dua gol), dan Junya Ito, yang memastikan dominasi penuh atas wakil Afrika tersebut.
Dikutip dari data Opta, kemenangan Samurai Biru membuat Jepang menciptakan sejumlah rekor di Piala Dunia.
Jepang kini menorehkan empat laga beruntun tanpa kekalahan, rekor terbaik sepanjang sejarah mereka di ajang tersebut.
Dalam periode itu, Jepang selalu mencetak gol di setiap pertandingan, menyamai catatan produktivitas terbaik mereka di Piala Dunia pada edisi 1998 hingga 2002.
Selain itu, kemenangan atas Tunisia juga mencatatkan sejarah baru bagi Asia.
Empat gol yang dicetak Jepang menjadi jumlah terbanyak yang pernah dibukukan oleh tim Asia dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Baca Juga: Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan
Dominasi Jepang juga tercermin dari statistik permainan.
Saat menghadapi Tunisia, Jepang mampu mencatat lebih dari 500 operan, tidak kebobolan satu pun tembakan tepat sasaran, dan menang dengan selisih empat gol.
Sejak 1966, hanya dua tim yang mampu mencatatkan statistik serupa di Piala Dunia, Spanyol saat melawan Kosta Rika pada 2022 dan Jepang dalam laga melawan Tunisia.
Striker Ayase Ueda turut mencatatkan namanya dalam sejarah.
Dua gol yang ia lesakkan membuat pemain Feyenoord itu kini berkontribusi pada 14 gol pemain klubnya di Piala Dunia, mendekati catatan klub-klub besar Belanda seperti Ajax dan PSV.
Di sisi lain, Tunisia harus menerima kenyataan pahit.
Tunisia menjadi negara keempat dalam sejarah yang kalah dua kali beruntun di satu edisi Piala Dunia dengan selisih minimal empat gol, mengikuti jejak Yunani (1994), Korea Selatan (1954), dan Bolivia (1930).
Berita Terkait
-
Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
-
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara
-
Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
-
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara
-
Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
-
Coach Timo dan Jacksen F. Tiago Turun Gunung Cari Bakat Sepak Bola Putri di Women's Soccer Trilogy
-
John Herdman Pasang Misi Besar! Timnas Indonesia Harus Lolos ke Piala Dunia 2030
-
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini