Bola / Bola Indonesia
Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB
Kim Jong Un (Antara)
Baca 10 detik
  • Kim Jong Un mengecam kebangkitan militer Jepang sebagai ancaman nyata bagi komunitas internasional.

  • Korea Utara mempercepat pengembangan senjata nuklir untuk merespons latihan militer Amerika Serikat.

  • Pyongyang menetapkan Korea Selatan sebagai musuh paling berbahaya dalam doktrin pertahanan terbaru mereka.

 

Di sisi lain, hubungan bilateral antara kedua negara bersaudara di Semenanjung Korea dipastikan berada pada titik terendah. Kim menginstruksikan jajarannya untuk memegang teguh prinsip konfrontasi total terhadap Seoul.

Korea Selatan kini secara resmi didefinisikan sebagai musuh paling berbahaya bagi kedaulatan domestik mereka.

Pertemuan tingkat tinggi ini juga menghasilkan keputusan mengejutkan terkait perombakan struktur internal elite penguasa.

Rezim memecat Kim Jae Ryong dari posisinya sebagai anggota presidium Politbiro dan sekretaris partai tanpa memberikan alasan spesifik. Padahal, mantan perdana menteri tersebut baru saja dipromosikan ke lingkaran inti kekuasaan pada awal tahun.

Ketegangan di kawasan ini berakar dari warisan Perang Dunia II dan program rudal balistik Korea Utara yang terus berkembang. Jepang di bawah konstitusi pascaperang membatasi militernya hanya untuk pertahanan diri yang kini mulai dilonggarkan.

Modernisasi militer yang dilakukan Tokyo beserta aliansi trilateral bersama AS dan Seoul memicu reaksi berantai dari Pyongyang. Akibatnya, wilayah Asia Timur kini terjebak dalam siklus perlombaan senjata konvensional maupun nuklir yang sulit dihentikan.

Load More