- FIFA menolak banding FFF sehingga Michael Olise tetap terancam skorsing kartu kuning saat melawan Maroko di Piala Dunia.
- Prancis akan menghadapi Maroko di Boston Stadium pada Jumat, 10 Juli 2026, dalam laga penting babak perempat final.
- Olise bersama dua pemain Prancis lainnya harus bermain sangat hati-hati agar tidak absen pada babak semifinal Piala Dunia.
Kabar baiknya, apabila Olise mampu melewati laga kontra Maroko tanpa tambahan kartu kuning, seluruh akumulasi kartu akan dihapus setelah babak perempat final.
Dengan demikian, ia akan kembali memiliki catatan disiplin bersih jika Prancis melangkah ke empat besar.
Bukan hanya Olise yang berada dalam ancaman. Bradley Barcola dan Manu Kone juga harus ekstra hati-hati karena akan absen di semifinal apabila menerima kartu kuning saat menghadapi Maroko.
Situasi tersebut membuat Didier Deschamps dituntut cermat mengatur permainan timnya agar tidak kehilangan pemain-pemain penting pada fase berikutnya.
Pemenang Hadapi Spanyol atau Belgia
Pemenang duel Prancis kontra Maroko akan menghadapi salah satu dari Spanyol atau Belgia pada babak semifinal.
Spanyol lolos ke perempat final setelah menyingkirkan Portugal dengan skor 1-0, sedangkan Belgia tampil meyakinkan usai membungkam tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 4-1.
Keputusan FIFA terhadap Michael Olise juga berbeda dengan kasus yang menimpa penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar.
Baca Juga: Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko
Namun, FIFA memutuskan menangguhkan hukuman larangan bermain selama masa percobaan satu tahun sehingga ia tetap diizinkan tampil melawan Belgia.
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026: Tantang Argentina, Swiss Siap Unjuk Mental Baja
-
Rasisme Cederai Sportivitas Sepak Bola, Menang Tak Harus Menghina Lawan
-
Mesir Resmi Desak FIFA Selidiki Wasit Francois Letexier Usai Kekalahan Kontroversial dari Argentina
-
Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?
-
Legenda Barcelona Rafael Marquez Jadi Pelatih Timnas Meksiko
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?