- Argentina dan Inggris memiliki sejarah rivalitas panas di Piala Dunia sejak tahun 1966 hingga pertemuan semifinal tahun 2026.
- Berbagai insiden kontroversial terjadi, seperti gol Tangan Tuhan Maradona tahun 1986 serta kartu merah David Beckham tahun 1998.
- Pertemuan di babak semifinal Piala Dunia 2026 menjadi babak baru bagi kedua negara untuk menunjukkan dominasi di lapangan.
Insiden kartu merah Beckham memicu kritik besar di Inggris. Gelandang Manchester United itu bahkan menjadi sasaran hujatan publik selama berbulan-bulan sebelum akhirnya menebus kegagalannya pada tahun-tahun berikutnya.
Piala Dunia 2002: Inggris Akhiri Penantian
Inggris akhirnya membalas kekalahan dari Argentina pada fase grup Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
The Three Lions menang 1-0 lewat eksekusi penalti David Beckham setelah Michael Owen dilanggar Mauricio Pochettino di kotak penalti. Kemenangan itu sekaligus menjadi pelampiasan atas kekalahan kontroversial yang dialami Inggris pada edisi-edisi sebelumnya.
Semifinal Piala Dunia: Rivalitas Berlanjut
Kini, Argentina dan Inggris kembali dipertemukan di semifinal Piala Dunia. Laga tersebut diprediksi kembali menyita perhatian dunia mengingat sejarah panjang yang mengiringi pertemuan kedua negara.
Meski para pemain menegaskan fokus mereka tertuju pada pertandingan di lapangan, duel Argentina kontra Inggris tetap sarat gengsi. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menambah babak baru dalam rivalitas yang telah berlangsung selama hampir enam dekade.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan