- Prancis dan Spanyol akan bertanding pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Texas, Rabu (15/7/2026).
- Kedua tim merupakan kesebelasan paling produktif dan memiliki pertahanan sangat tangguh sepanjang turnamen Piala Dunia tahun ini.
- Pertandingan ini menjadi ajang adu strategi lini tengah serta pembuktian kualitas bintang dari kedua raksasa sepak bola Eropa.
Suara.com - Pertemuan Prancis kontra Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik dengan potensi hujan gol.
Laga hidup mati yang akan digelar di Dallas Stadium, Texas, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB itu bahkan kerap disebut sebagai "final yang datang terlalu cepat".
Kedua tim sama-sama datang dengan komposisi skuad bertabur bintang serta performa impresif sepanjang turnamen.
Berdasarkan statistik, Prancis mencatat nilai Expected Goals (xG) sebesar 13,31, sedangkan Spanyol berada tepat di belakangnya dengan xG 12,75.
Sepanjang turnamen, kedua tim telah mencetak total 26 gol dari 110 peluang yang berhasil mereka ciptakan.
Produktif, tetapi Sama-sama Sulit Dibobol
Meski dikenal tajam di lini depan, Prancis dan Spanyol juga menjadi dua tim dengan pertahanan terbaik di antara para semifinalis.
Spanyol membukukan lima clean sheet, sementara Prancis mencatat empat pertandingan tanpa kebobolan.
Les Bleus bahkan belum lagi kebobolan sejak mengalahkan Norwegia pada fase grup.
Baca Juga: 5 Fakta Mencengangkan Semifinal Piala Dunia 2026: Semua Tim Punya DNA Juara!
Sementara itu, La Roja hanya menelan satu kekalahan dalam 27 pertandingan terakhir di dua turnamen mayor, serta tidak terkalahkan dalam 14 laga Piala Dunia dan Piala Eropa jika adu penalti tidak dihitung.
Duel Dua Raksasa Eropa
Spanyol memang memenangi dua pertemuan terakhir melawan Prancis di Euro 2024 dan UEFA Nations League 2025.
Namun, Prancis masih memiliki kenangan manis saat mengalahkan Spanyol 3-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2006.
Les Bleus juga lebih berpengalaman di fase semifinal Piala Dunia dengan tujuh penampilan, sedangkan Spanyol baru sekali mencapainya, yakni saat menjadi juara dunia pada 2010.
Tim asuhan Didier Deschamps kini memburu semifinal ketiga secara beruntun sekaligus menjaga peluang tampil di final untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Berita Terkait
-
Jude Bellingham Menggila di Piala Dunia 2026: Gelandang atau Mesin Gol Baru Inggris?
-
Nico O'Reilly Sebut Hadapi Lionel Messi Sebagai Kesempatan Sekali Seumur Hidup
-
Inggris Belum Keluarkan Taring, Harry Kane Tebar Ancaman untuk Argentina
-
FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer
-
Apa Saja Jadi Duit, FIFA Bakal Jual Potongan Rumput Stadion Final Piala Dunia 2026
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.670.000/Gram
-
Apa Boleh Menggoreng di Rice Cooker? Pahami Dulu Risikonya
-
IHSG Sepekan Anjlok, Rp18 Triliun Raib dari Bursa Saham
-
Perempuan dan Beauty Fatigue: Saat Tren Kecantikan Mulai Terasa Melelahkan
-
Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan
-
Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat
-
6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala, Cek Dulu Komponen Ini sebelum Beli Baru
-
Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?
-
Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga
-
5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa