- Persija Jakarta resmi merekrut mantan pemain Timnas Korea Selatan, Kwon Chang-hoon, dengan kontrak selama dua musim kompetisi.
- Kwon bergabung untuk menghadapi tantangan baru serta memperkuat lini serang Persija pada musim kompetisi 2026/2027 mendatang.
- Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi Kwon agar memberikan dampak positif bagi tim.
Suara.com - Kwon Chang-hoon membuka lembaran baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Persija Jakarta.
Mantan pemain Timnas Korea Selatan itu mengaku memiliki alasan tersendiri di balik keputusannya menerima tantangan baru bersama Macan Kemayoran.
Kwon direkrut Persija untuk memperkuat skuad menghadapi musim 2026/2027.
Pemain berusia 32 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua musim.
Keputusan Kwon bergabung dengan Persija tidak terlepas dari keinginannya mencari pengalaman baru.
Sepanjang kariernya, ia telah merasakan atmosfer sepak bola di Korea Selatan, Prancis, dan Jerman.
“Saya memilih Persija karena ingin menghadapi tantangan baru. Saya sudah mendapatkan berbagai pengalaman di beberapa negara, tetapi datang ke Persija merupakan lembaran baru dalam hidup saya,” kata Kwon dalam keterangan resmi klub.
Shin Tae-yong dan Perkembangan Sepak Bola Indonesia
Kwon juga mengaku mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, termasuk kiprah Shin Tae-yong saat menangani Timnas Indonesia.
Baca Juga: Shin Tae-yong Pimpin Latihan Perdana Persija, Fokus Bangun Fondasi Tim
“Bagi saya, ini adalah sebuah tantangan besar. Ketika masih bermain di Korea Selatan, saya melihat Coach Shin Tae-yong bekerja di Indonesia.”
“Saya juga melihat sepak bola Indonesia mengalami banyak perkembangan. Hal itu membuat saya memiliki pandangan yang positif terhadap sepak bola Indonesia dan Persija. Karena itulah saya memutuskan datang ke sini,” ujarnya.
Keberadaan Shin Tae-yong di Persija diyakini akan membantu proses adaptasinya.
Keduanya sama-sama berasal dari Korea Selatan dan memiliki pengalaman di level sepak bola internasional.
Di Persija, Kwon diharapkan mampu menambah kualitas lini serang.
Pemain kelahiran Seoul, 30 Juni 1994, itu dikenal sebagai pemain serbabisa yang dapat beroperasi sebagai sayap kanan, sayap kiri, maupun gelandang serang.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Boyong Eks Timnas Korea Selatan ke Persija Jakarta
-
Janji Fabio Calonego Usai Memperpanjang Masa Bakti Bersama Persija Jakarta
-
Shin Tae-yong Mulai Revolusi di Persija, Pemain Macan Kemayoran Wajib Tunduk pada Aturan Disiplin
-
Persija Resmi Perpanjang Kontrak Fabio Calonego, Tetap Jadi Andalan Shin Tae-yong
-
Kyohei Yoshino Ungkap Alasan Antusias Gabung Persija: The Jakmania Jadi Daya Tarik Besar
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar