Bola / Bola Dunia
Senin, 20 Juli 2026 | 05:28 WIB
Insiden terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, menyusul kemenangan Spanyol 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak extra time.
Baca 10 detik
  • Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Ferran Torres.
  • Laga final diwarnai kericuhan antara pemain Argentina dan Spanyol yang melibatkan aksi pemukulan serta kontak fisik.
  • FIFA berpotensi memberikan sanksi tegas kepada pemain Argentina yang terlibat dalam insiden kekerasan setelah peluit panjang berbunyi.

Suara.com - Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina berakhir ricuh.

Insiden terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, menyusul kemenangan Spanyol 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak extra time.

Kericuhan melibatkan sejumlah pemain Argentina yang tampak meluapkan emosi.

Leandro Paredes bahkan dikabarkan melepaskan pukulan dan langsung diganjar kartu merah setelah pertandingan usai.

Tak hanya itu, Nahuel Molina juga terlihat terlibat insiden dengan pemain Spanyol.

Ia disebut sempat mengayunkan tangan ke arah Rodri di tengah suasana yang semakin tak terkendali.

Insiden terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, menyusul kemenangan Spanyol 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak extra time. [Istimewa]

Di sisi lain lapangan, para pemain Spanyol merayakan kemenangan bersejarah mereka.

Namun, selebrasi tersebut kontras dengan ketegangan yang terjadi di area lain, di mana adu mulut hingga kontak fisik tak terhindarkan.

Legenda Inggris Alan Shearer mengecam keras insiden tersebut.

Baca Juga: Fakta Final Aneh Piala Dunia 2026: Argentina Nol Tembakkan, Messi 1 Sentuhan

“Paredes melempar dua atau tiga pukulan ke wajah seseorang. Tidak ada tempat untuk itu dalam sepak bola,” ujarnya dikutip dari Mirror.

Ia menambahkan bahwa kekalahan memang menyakitkan, tetapi harus diterima dengan cara yang sportif.

“Kami tahu betapa pentingnya laga ini, tapi ada cara untuk kalah. Reaksi setelah peluit akhir sangat buruk,” tegasnya.

Komentar senada disampaikan Gary Neville.

“Saya menyukai semangat kompetitif Argentina, tetapi Paredes memalukan dalam beberapa pertandingan terakhir,” katanya.

Pertandingan sendiri berlangsung panas sejak awal.

Argentina sudah kehilangan Enzo Fernandez akibat kartu merah di masa injury time, membuat mereka bermain dengan 10 orang saat memasuki perpanjangan waktu.

Gol tunggal Torres akhirnya memastikan Spanyol keluar sebagai juara dunia.

Namun, insiden kekerasan usai laga berpotensi berbuntut sanksi dari FIFA terhadap pemain yang terlibat.

Load More